Thursday, 2 February 2017

Pengertian Listrik Statis


Hai minna-san, jumpa lagi di Indokids Blogger.
Bagaimana kabarnya hari ini? Semoga selalu dalam keadaan baik.
Kali ini saya akan membahas seputar pelajaran listrik statis. Agan pasti sudah pernah melihat petir. Nah, petir adalah suatu kejadian alam yang sangat berbahaya dan banyak orang yang takut, karena petir menimbulkan loncatan listrik yang mengeluarkan cahaya terang di ikuti dengan suara gelegar di udara. 

Apabila ada oorang yang terkena sambaran petir maka tubuh orang itu akan terbakar. Mengingat berbahayanya sambaran sebuah petir, maka gedung-gedung bertingkat yang cukup tinggi biasanya diberi penangkal petir dibagian atasnya.
Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai listrik statis, mari kita bahas satu persatu agar lebih mudah dipahami.

Listrik Statis

A. Susunan Atom



Thales Militus adalah seorang ilmuwan Yunani yang pertama menemukan gejala listrik dengan cara menggosok batu ambar, yang dalam bahasa Yunani disebut dengan elektron. Setelah digosok-gosok ternyata batu ambar tersebut bisa menarik benda-benda kecil yang ada di dekatnya. Sifat seperti inilah yang dalam ilmu listrik disebut elektrifikasi. Peristiwa kelistrikan yang terjadi pada batu ambar yang digosok disebut listrik statis atau dengan kata lain listrik yang tidak mengalir.

Teori Atom

Suatu zat terdiri oleh partikel-partikel kecil yang disebut atom. Kata atom berasal dari kata atomos, yang mempunyai arti tidak bisa dibagi-bagi lagi. Namun, dalam perkembangannya ternyata atom ini masih bisa diuraikan lagi. Atom terbentuk atas dua bagian, yaitu inti atom dan kulit atom. Inti atom bermuatan positif, sedangkan kulit atom terdiri atas partikel-partikel bermuatan negatif yang disebut elektron. Inti atom tersusun atas dua macam partikel, yaitu proton yang bermuatan positif dan elektron yang bermuatan negatif.

Suatu atom dikatakan netral jika di dalam intinya terdapat muatan positif (proton) yang jumlahnya sama dengan muatan negatif (elektron) pada kulitnya. Suatu atom dikatakan bermuatan positif jika jumlah muatan positif (proton) pada inti lebih banyak daripada muatan negatif (elektron) pada kulit atom yang mengelilinginya. Suatu atom dikatakan bermuatan negatif jika jumlah muatan positif (proton) pada inti lebih sedikit daripada jumlah muatan negatif (elektron) pada kulit atom.

Atom yang paling sederhana adalah atom hidrogen yang tersusun hanya dengan 1 proton dan 1 elektron. Karena jumlah proton dan elektron yang sama, maka atom hidrogen digolongkan sebagai atom netral. Atom helium tersusun atas 2 proton, 2 netron dan 2 elektron. Karena jumlah proton dan elektronnya sama, maka atom helium juga digolongkan sebagai atom netral.

B. Muatan Listrik

Berdasarkan penelitian Benyamin Franklin, ada dua macam muatan lisrik :
  1. Muatan listrik positif
  2. Muatan listrik negatif

Sifat Muatan Listrik

Dua muatan yang sejenis jika didekatkan maka akan tolak menolak. Sedangkan dua muatan yang tidak sejenis jika didekatkan maka akan tarik menarik

C. Interaksi Benda Bermuatan Listrik

  1. Saat penggaris plastik digosok menggunakan kain wool, maka elektron-elektron dari kain wool akan berpindah ke penggaris plastik, sehingga menyebabkan penggaris plastik tersebut menjadi bermuatan listrik negatif.
  2. Saat ebonit digosok menggunakan kain wool, maka elektron-elektron dari kain wool akan berpindah ke ebonit, sehingga menyebabkan ebonit tersebut menjadi bermuatan listrik negatif.
  3. Saat batang kaca digosok menggunakan kain sutera, maka elektron-elektron pada batang kaca tersebut akan berpindah ke kain sutera, sehingga menyebabkan batang kaca menjadi bermuatan positif

D. Hukum Coulomb

Pada tahun 1785 seorang ilmuan yang bernama Charles Agustin Coulomb menemukan hukum dasar mengenai gaya listrik antar dua partikel yang bermuatan. Hasil penelitiannya tersebut dikenal dengan sebutan Hukum coulomb, yang bunyinya :
"Besarnya gaya tarik menarik atau tolak menolak antara dua benda bermuatan listrik sebanding dengan besar muatan masing-masing dan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak antara kedua benda"
Secara matematis Hukum Coulomb dirumuskan :







Keterangan :
F         = Gaya tarik/tolak dua buah muatan (N)
k         = Konstanta (9.109 N.m2/C2)
Q1, Q2     = Muatan listrik (C)
r         = jarak antara dua muatan (m)

E. Induksi Listrik

Induksi listrik adalah peristiwa pemisahan muatan pada suatu benda karena pada benda tersebut didekati benda lain yang bermuatan listrik.

Contoh: Benda netral didekati benda bermuatan negatif, maka muatan-muatan negatif  benda netral tertolak menjauh, sedangkan muatan-muatan positif mendekati benda yang menginduksi. Benda netral didekati benda bermuatan positif, maka muatan-muatan positif benda netral tertolak menjauh, sedangkan muatan-muatan negatif mendekati benda yang menginduksi.

F. Elektroskop

Elektroskop adalah suatu alat yang digunakan untuk mengetahui ada tidaknya muatan listrik pada benda tertentu. Prinsip kerja elektroskop berdasarkan hukum induksi listrik, yaitu jika sebuah benda yang bermuatan listrik disentuhkan pada kepala elektroskop maka muatan yang sejenis dengan benda bermuatan listrik tadi akan mengalir ke daun elektroskop. Sehingga menyebabkan kedua daun elektroskop menjadi bermuatan sejenis dan tolak menolak (daun elektroskop membuka).

G. Medan Listrik

Medan listrik adalah daerah di sekitar benda  bermuatan listrik yang masih dipengaruhi oleh gaya listrik. Medan listrik digambarkan dengan garis-garis gaya listrik.

Sifat-sifat garis gaya listrik:
  1. Garis gaya listrik berasal dari muatan positif menuju muatan negatif.
  2. Garis gaya listrik tidak pernah berpotongan, semakin rapat garis gaya listrik,  semakin kuat medan listriknya.
Untuk menghitung kuat medan listrik digunakan persamaan :











Keterangan:
E    = Kuat medan listrik (N/C)
F    = Gaya coulomb (N)
q    = muatan listrik (C)

Itulah sedikit pembahasan seputar listrik statis, semoga dapat menambah wawasan kita.
Jika agan ingin request artikel, agan bisa mengirim request artikel ke formulir yang sudah tertera di panel blog.
Terimakasih sudah bersedia mengunjungi blog yang sederhana ini.




0 komentar:

Post a Comment

Komentar bebas tapi sopan. Jangan menyinggung SARA ya gan....