Sunday, 5 February 2017

Hal Sepele yang Dianggap Melanggar Hukum di Jepang





Hai minna-san, jumpa lagi di Indokids Blogger.
Bagaimana kabarnya hari ini? Semoga selalu sehat dan baik.

Setiap tempat mempunyai peraturan yang berbeda-beda, begitu juga di negara Jepang. Ada beberapa tindakan yang jika di Indonesia dianggap tidak melanggar hukum tetapi di Negeri Sakura hal itu dianggap melanggar hukum. Apa saja hal yang dianggap melanggar hukum itu? Ini dia hal-hal sepele yang dianggap melanggar hukum di Jepang.

15 Hal Sepele yang Dianggap Melanggar Hukum di Jepang





1. Memotong antrian

Dimanapun kamu berada, memotong antrian merupakan tindakan yang tidak benar. Memotong antrian sama saja merebut hak orang lain, di Jepang hal ini masuk kategori pelanggaran kecil.

Dikatakan dalam Undang-Undang Pelanggaran Kecil Pasal 1 ayat 3 pelanggaran yang dimaksud adalah tidakan kasar yang dapat menggangu distribusi barang, membeli tiket kendaraan umum, membeli tiket untuk acara, maupun antrian yang lain.

Jika kita melihat di Indonesia, memotong antrian selalu terjadi entah itu pembelian tiket maupun pembelian barang. Banyak orang yang tidak menghormati hak orang lain. Jika memotong antrian di Indonesia di buatkan undang-undang, sudah pasti setiap hari ada yang melanggar.

2. Muntah di taksi

Muntah di taksi bisa terjadi pada siapa saja, khususnya yang suka mabuk kendaraan saat pergi. Di Indonesia mauntah di taksi masih bisa di maklumi dan dengan minta maaf saja masalah bisa langsung terselesaikan.

Namun kamu perlu hati-hati bila bepergian naik taksi di Jepang, karena muntah di taksi ada undang-undangnya. Memang terkesan berlebihan, tetapi itulah yang terjadi di Jepang. Karena dengan muntah-muntah di taksi kamu dianggap sudah melanggar kontrak. Jika ingin muntah sebaiknya bilang langsung ke supir untuk berhenti.

3. Menerima tanangan duel

Di Indonesia memang sudah ada undang-undang yang mengatur tentang kekerasan, tetapi jika dua-duanya berkelahi karena duel maka tidak bisa diperkarakan karena keduanya sudah setuju untuk duel.

Berbeda dengan di Jepang, menerima tantangan duel dianggap melanggar hukum. Hukumanya pun tidak ringan, yaitu hukuman penjara 6 bulan sampai 2 tahun. Kamu perlu hati-hati deh jika sedang berada di Jepang agar tidak terkena masalah.

4. Meludah di taman

Di Jepang jika kamu ketahuan meludah di taman, kamu bisa mendapat hukuman penjara hingga 1 bulan atau denda yang bisa mencapai 10.000 yen. Jadi perlu hati-hati jika kamu berada di taman Jepang, jangan sampai kamu mendapat hukuman hanya gara-gara meludah di taman.

Kalau di Indonesia meludah di taman secara terang-terangan pun tidak akan ada yang menghukum atau menegur selama kamu tidak meludahi orang lain.

5. Pergi ke Antartika tanpa laporan

Menurut pemerintah Jepang, kawasan Antartika adalah tempat yang harus dilindungi agar tidak rusak. Setiap negara harus ikut andil dalam melindungi Antartika karena Antartika itu area netral dimana tidak ada satupun negara yang memilikinya alias milik internasional.

Oleh karena itu masyarakat Jepang yang akan pergi ke Antartika harus membuat laporan dulu, ini adalah salah satu cara pemerintah Jepang untuk melindungi Antartika dari kerusakan.

Jika ada yang pergi ke Antartika tanpa laporan atau izin pada pemerintah, maka dia bisa mendapat denda yang lumayan besar, yaitu mencapai 500.000 yen.

6. Membuang sampah sebelum waktunya di malam hari

Ternyata di Jepang membuang sampah pada malam hari pun ada waktunya. Hal ini bertujuan agar sampah-sampah tidak dirusak dan diacak-acak oleh hewan dan orang mabuk di malam hari.

7. Menerima uang kembalian terlalu banyak dan tidak bilang pada penjual

Jika kita menerima uang kembalian berlebih memang kita harus mengatakanya kepada si penjual agar dia tidak rugi. Tapi sebagian besar orang malah akan sangat senang jika kembalian yang diterimaya lebih dari yang seharusnya.

Tetapi di Jepang jika mendapat uang kembalian yang lebih dan kamu tidak mengatakanya kepada si penjual maka hal itu dianggap melangar hukum. Jika kasir mengetahuinya dan melaporkan ke polisi maka kamu bisa dijerat hukum.

8. Memanjat tiang telepon besi

Di Jepang untuk bisa memanjat tiang telepon kamu harus mempunyai Lisensi Listrik Nasional. Jika kamu tidak mempunyai lisensi listrik dan nekat memanjat maka bisa di proses hukum. Berbeda dengan Indonesia, siapapun boleh memanjat tianng telepon dan tidak akan dihukum jika tidak merusaknya.

Bahkan banyak sekali orang-orang yang memanjat tiang telepon demi memasang banner liar. Jika ketahuan polisi paling hanya dibujuk agar turun dan tidak akan di hukum.

9. Mengendarai sepeda setelah minum miras

Jika kamu habis minum minuman keras walaupun tidak sampai mabuk, maka kamu tetap tidak akan diperbolehkan menaiki sepeda jika di Jepang. Tidak tanggung-tanggung, hukuman dendanya bisa sampai 1juta yen atau 1 tahun penjara. Peraturan ini bertujuan untuk mengurangi angka kecelakaan, karena orang mabuk walaupun hanya mengendarai sepeda tetap membahayakan.

10. Menyebabkan seseorang mabuk saat pesta

Di Jepang memaksa orang lain untuk meminum  minuman keras sudah dianggap pemaksaan dan melanggar hukum.

11. Membeli tiket melalui calo atau menjadi calo

Di Indonesia, calo tiket sudah sangat menjamur dan harganya pun bisa dua kali lipat dari harga asli. Di Indonesia membeli tiket untuk di jual lagi tidak melangar hukum, tetapi di Jepang hal ini dianggap melanggar hukum. Peraturanya sudah tercantum pada undang-undang Kontrol Harga Ordonasi Pasal 9 Ayat 2.

12. Merokok di tempat bebas asap rokok stasiun kereta

Di Jepang, jika ingin merokok harus berada di tempat khusus perokok. Selain di tempat itu bisa dituntut secara hukum karena asapnya mengganggu sekitar. Contohnya di Stasiun, di sana kamu tidak boleh merokok karena itu tempat umum.

Bisa saja asap rokokmu itu membahayakan orang lain. Di tempat umum kita tidak akan tahu siapa yang ada disana, bisa saja seorang yang sedang mengidap penyakit pernafasan.

13. Memotong rambut orang lain tanpa izin

Entah apa tujuan dari peraturan ini, yang pasti di Jepang memotog rambut orang lain tanpa izin itu bisa dituntut secara hukum. Mungkin karena termasuk perbuatan pemaksaan.

14. Menghina atau melecehkan orang yang tidak menerima tantangn duel

Jika kamu diajak duel di Jepang, maka tidak perlu kamu terima. Jika kamu menolak ajakan duel dan dia mengejekmu, maka kamu bisa melaporkanya ke polisi.

15. Melakukan sesuatu yang menggangu acara pemakaman atau ibadah

Mengganggu prosesi ibadah dan pemakaman tentu tidak boleh kamu lakukan dimanapun kamu berada. Tetapi jika kamu melakukanya di Jepang, kamu harus siap-siap untuk mengeluarkan denda sebesar 100.000 yen atau dipenjara 1 tahun.

Itulah beberapa tidakan sepele yang bisa membuatmu berurusan dengan hukum di Jepang. Tentu saja tindakan-tindakan sepele diatas termasuk tindakan yang tidak baik untuk dilakukan. Dimanapun kamu berada, kamu harus selalu menjaga perilaku dan sikap agar tidak mendapat masalah.

Itulah gan beberapa tindakan yang bisa dikatakan sepele namun dianggap melanggar hukum di Jepang. Maka kita harus selalu berhati-hati jika berada di negeri orang.

Jika agan ingin request artikel, agan bisa mengirim request ke formulir yang sudah tertera di panel blog.
Terimakasih sudah berkujung di blog yang sederhana ini.




0 komentar:

Post a Comment

Komentar bebas tapi sopan. Jangan menyinggung SARA ya gan....