Breaking

Friday, 29 December 2017

Pengertian, Cara Kerja, Dan Fungsi DCHP (Dynamic Configuration Host Protocol)

Hai minna-san, jumpa lagi di Indo Blogger.
Bagaimana kabarnya hari ini? Semoga selalu dalam keadaan baik dan sehat.
Pada kesempatan kali ini saya akan membahas tentang pengertian, cara kerja, dan fungsi dari DCHP.



Pembahasan Tentang Pengertian, Fungsi, dan Cara Kerja DCHP


DHCP sendiri adalah singkatan dari Dynamic Host Configuration Protocol. Seperti namanya, protokol ini digunakan untuk menetapkan alamat IP secara ke klien baru dalam jaringan.
Jadi, jika agan sudah mengetahui TCP/IP, maka akan tahu bahwa semua perangkat jaringan memerlukan alamat IP untuk berkomunikasi dalam jaringan. Sebelum DHCP, perangkat digunakan untuk memiliki alamat IP statis. Admin jaringan harus menetapkan alamat IP ke setiap perangkat di jaringan menggunakan panel kontrol konfigurasi jaringan Nantinya, dengan bantuan DHCP akan menjadi lebih mudah untuk menangani banyak perangkat dalam sebuah jaringan secara dinamis.


Terminologi Jaringan DCHP


Scope

Scope atau ruang lingkup adalah serangkaian IP yang ditujukan dari tempat server DHCP menetapkan alamat IP secara dinamis ke perangkat yang berbeda yang masuk ke jaringan.

Contoh:
Jika server DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) memiliki cakupan alamat IP pribadi dari 192.168.1.100 sampai 192.168.1.200, maka hanya dapat menampung maksimal 100 perangkat sekaligus, dan sebuah alamat IP ditugaskan untuk memberi identitas secara dinamis ke perangkat baru yang masuk ke jaringan.

Reservasi atau Pemesanan

Dalam jaringan, ada kemungkinan juga bahwa perangkat jaringan tidak dapat diberi alamat IP dinamis. Misalnya, alamat IP dari gateway default tidak dapat diubah. Itu sebabnya konsep reservasi digunakan di DHCP. Dengan menggunakan pemesanan, kita dapat memberitahu server DHCP untuk memesan beberapa alamat IP dan tidak menggunakannya dalam penetapan dinamis

Sewa

Sewa adalah proses menetapkan alamat IP ke klien baru dalam jaringan untuk jangka waktu tertentu. Setelah waktu sewa tersebut berakhir, perangkat tersebut meminta alamat IP lain atau alamat IP yang sama untuk dialokasikan kepadanya.


Cara Kerja DCHP


Jika ada klien baru ingin menjadi bagian dalam suatu jaringan, maka dia harus melalui beberapa prosedur, berikut prosedur-prosedur yang harus dilalui:

Menemukan DCHP

Saat klien baru mencoba bergabung dengan jaringan, dia sama sekali tidak memiliki informasi tentang jaringan. Jadi untuk mendapatkan informasi lebih lanjut, klien akan membroadcast paket DHCP Discover ke dalam jaringan. Paket ini diterima oleh masing-masing node dalam jaringan.

Alamat sumber dalam paket DHCP Discover akan menjadi 0.0.0.0 karena klien baru masih belum mengetahui alamat IP-nya. Namun, klien akan mengirimkan alamat MAC-nya di paket DHCP Discover.

Penawaran DHCP

Ada kemungkinan terdapat lebih dari satu server DHCP di jaringan. Ketika semua server menerima paket DHCP Discover, mereka tahu bahwa ada perangkat baru ingin bergabung dengan jaringan.

Dengan begitu maka semua server DHCP akan membalas dengan mengirimkan paket penawaran DHCP. Paket ini berisi alamat IP yang ditawarkan oleh server DHCP. Setelah menerima paket penawaran DHCP, maka terserah perangkat baru tersebut memilih menerima penawaran yang mana.

Paket penawaran DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) berisi data yang antaranya adalah:


  • Alamat MAC klien
  • Alamat IP yang ditawarkan
  • Subnet mask dari jaringan
  • Durasi sewa
  • Alamat IP server yang membuat penawaran


Permintaan DHCP

Setelah menerima beberapa pesan DHCP dari berbagai server DHCP, klien baru akan memilih satu penawaran server DHCP, dan akan memberitahukan server DHCP dengan cara broadcast menggunakan pesan permintaan DHCP. Ini karena semua server DHCP juga harus tahu bahwa klien baru telah menerima tawaran dari server. Sehingga, yang lain tidak akan ikut terhubung.

DHCP ACK

Setelah menerima paket permintaan DHCP, server mengirimkan informasi ACK dengan menggunakan paket DHCP ACK. Server juga memastikan bahwa alamat IP yang dialokasikan ke perangkat baru tidak dialokasikan ke klien lain di satu jaringan.

Paket DHCP ACK berisi informasi rincian jaringan yang memuat alamat IP, alamat router, subnet mask, dan sebagainya. Karena klien menerima paket ini, maka klien akan mengkonfigurasi dirinya sendiri.


Selain empat langkah di atas, ada pesan DHCP tambahan lainnya yang juga penting untuk membantu administrator jaringan dalam mengatur jaringan.


Pelepasan DHCP


Paket pelepasan DHCP kebanyakan digunakan saat klien akan meninggalkan jaringan. Pelepasan DHCP digunakan untuk melepaskan koneksi dan mengalokasikan alamat IP kembali ke dalam ruang lingkup, atau dalam istilah sederhananya, masa sewa akan berakhir.


Informasi DHCP


Pemesanan DHCP yang saya bawas di awal tadi dikonfigurasikan menggunakan pesan informasi DHCP. Pesan informasi DHCP digunakan saat administrator akan jaringan pengaturan perangkat secara manual. Dalam kasus ini, server diinformasikan untuk menyimpan alamat IP tersebut dan untuk menahan agar tidak diberikan ke yang lain.


Agen Relay DHCP


Jika beberapa jaringan local area (LAN) hanya memiliki satu server DHCP, agen relay DHCP membantu meneruskan permintaan DHCP ke server DHCP dan mentransmisikan respon ke klien. Itu karena perangkat klien (tanpa alamat IP) tidak bisa berkomunikasi dengan server DHCP secara langsung jika server tidak ada di jaringan lokal klien.


Itulah pembahasan singkat mengenai pengertian, fungsi, dan cara kerja dari DCHP.
Pantau terus blog ini untuk mendapatkan artikel-artikel menarik lainnya.
Agan juga bisa request artikel melalui form yang sudah tersedia di panel blog.
Terimakasih sudah berkunjung di blog sederhana ini semoga bermanfaat.

No comments:

Post a Comment

Komentar bebas tapi sopan. Jangan menyinggung SARA ya gan....

Adbox