U2FsdGVkX1+Cd3x+Yum2k+Q2ccYEBuPsyPlW+eN8gDwNRZmZSHUrykCc9KzxVbhZm9CaGpo44SQgbquHUtFpsw==
Hai minna-san, jumpa lagi di Indo Blogger.
Bagaimana kabarnya hari ini? Semoga selalu dalam keadaan baik dan sehat.

Pada kesempatan kali ini saya akan memberikan kabar baik, yaitu AsteroidOS versi stable pertama sudah rilis. AsteroidOS adalah OS open source berbasis Linux yang digunakan pada smartwhatch atau jam tangan pintar.

AsteroidOS adalah sebuah sistem operasi yang digunakan pada smartwatch atau jam tangan pintar yang diciptakan oleh Florent Revest. Dia adalah seorang mahasiswa ilmu komputer yang memulai proyek AsteroidOS karena kurangnya sistem operasi yang tersedia untuk digunakan pada jam tangan.

Setelah selama 4 tahun melakukan pengembangan pada SDK dan didukung oleh lebih dari 100 kontributor di seluruh dunia, akhirnya AsteroidOS versi stable pertama berhasil dirilis.


AsteroidOS, OS Open Source Untuk Smartwatch Sudah Rilis


Perangkat yang Didukung Oleh AsteroidOS

OS berbasis linux ini merupakan sebuah gebrakan besar dalam dunia industri open source. Pada awalnya, OS sebelumnya hanya bisa digunakan pada perangkat smartwarch LG G Watch saja. Namun untuk OS yang baru dirilis ini ternyata sangat mendukung untuk digunakan pada 6 perangkat smartwatch lain, yaitu LG G Watch Urbane, LG G Watch R, Asus Zenwatch 1, Asus Zenwatch 2, Asus Zenwatch 3, dan Sony Smartwatch 3.

Fitur AsteroidOS

Seperti OS Watch lainnya, AsteroidOS 1.0 ini dibekali dengan semua fitur yang dibutuhkan pada era jam pintar ini. Fitur-fitur tersebut antara lain notifikasi telepon, jam alarm, agenda, timer, stopwatch, remot kontrol musik, penyesuaian penyaturan, pengaturan tampilan jam, dan aplikasi ramalan cuaca.

OS Smartwatch sampai saat ini memang belum mendukung aplikasi pihak ketiga, namun kita bisa sama-sama berharap supaya pada pembaruan selanjutnya sudah tersedia dukungan untuk dipasang aplikasi pihak ketiga dengan fitur yang meningkat, sinkronisasi kalender, dan notifikasi yang tersusun rapi.

Fitur-fitur yang ada di atas dapat disinkronkan dengan perangkat Android dengan Bluetooth Low Energy (BLE) melalui aplikasi AsteroidOSSync. Pilihan penyesuaian juga disediakan untuk mendukung pengembang membuat tampilan jam yang baru.

Pilihan Kostumisasi yang Beragam
Berdasarkan teknologi standar linux seperti Wayland, OpenEmbedded, Qt5, opkg, BlueZ, systemd, dan PulseAudio, AsteroidOS memperluas sejumlah pilihan kustomisasi untuk membangun aplikasi baru untuk OS, dan aplikasi yang sudah ada juga dapat diport ke platform seperti utility dan game desktop.

Jangkauan Lebih Luas (Global)

Karena OS ini dirilis secara global, maka OS ini dapat diterjemahkan ke dalam 20 bahasa yang berbeda yaitu Cina, Ceko, Denmark, Belanda, Inggris, Farsi, Prancis, Jerman, Yunani, Ibrani, Italia, Kabyle, Korea, Norwegia, Portugis, Rusia, Slowakia, Spanyol, Turki, dan Ukraina. Untuk bahasa lain, termasuk bahasa Indonesia, agan dapat menambahkannya secara online.

Harapan Untuk Pembaruan yang Akan Datang

Seperti yang kita ketahui, AsteroidOS yang baru saja rilis ini belum mempunyai fitur yang istimewa dan belum siap bersaing dengan OS smartwatch yang lebih populer seperti Google Wear OS, WebOS, dan watchOS Apple.

Namun dari tensi para pengembang AsteroidOS yang sangat semangat dan dukungan banyak pihak, saya yakin dimasa depan AsteroidOS bakal mempunyai pasar yang menjanjikan. Oleh karena itu saya berharap pihak pengembang menemukan inovasi baru yang bisa menjadi identitas dari AsteroidOS.

Sekian pembahasan singkat tentang rilisnya OS smartwatch AsteroidOS kali ini.
Pantau terus blog ini untuk mendapatkan artikel-artikel menarik lainnya.
Agan juga bisa request artikel melalui form yang sudah tersedia di panel blog.
Terimakasih sudah berkunjung di blog yang sederhana ini, semoga bermanfaat.

Baca Juga

Saya adalah seorang mekanik permesinan yang mempunyai hobi menulis.
Loading...