Friday, 18 May 2018

Tips Aman Transaksi Keuangan Online Dengan Bank

Tips Aman Transaksi Keuangan Online Dengan Bank

Hai minna-san, jumpa lagi di Indo Blogger.
Bagaimana kabarnya hari ini? Semoga selalu dalam keadaan baik dan sehat.

Pada kesempatan kali ini saya akan memberikan beberapa tips agar agan selalu aman saat melakukan transaksi online banking baik sebagai pihak pengirim maupun penerima.

Akhir-akhir ini kejahatan yang berhubungan dengan perbankan sangat sering terjadi. Misalanya saja belum lama ini Indonesia dihebohkan dengan pembobolan rekening beberapa nasabah bank dengan cara Skimming.
Apa itu Skimming? Jika agan ingin tahu, silahkan lihat artikel saya yang berjudul Cara Membobol Rekening Bank Dengan Metode Skimming Dan Cara Menghindarinya

Kembali lagi ke bahasan utama, saat kita melakukan transaksi perbankan secara online, sebenarnya saat itu kita berada dalam posisi yang kritis. Karena jika kita melihat kasus-kasus kejahatan perbankan terdahulu, banyak sekali orang yang menjadi korban kejahatan saat melakukan transaksi secara online.

Oleh karena itu agan harus ekstra hati-hati dan cermat saat melakukan transaksi online seputar bank agar selalu aman. Dibawah ini akan saya uraikan beberapa tips agar agan selalu aman saat melakukan transaksi online banking baik sebagai pihak pengirim maupun penerima.


Tips Aman Transaksi Keuangan Online Dengan Bank


1. Lihat Bar Hijau Pada URL

Sebelum masuk ke situs web perbankan, agan lihat dulu URL di browser. Apakah menampilkan gembok berwarna hijau di URL? Gembok berwarna hijau di URL sebenarnya menunjukkan koneksi HTTPS, bukan yang biasa (HTTP). Koneksi HTTPS berarti semua data yang ditransfer antara komputer agan dan server perbankan telah dienkripsi sebelum dikirim. Jadi, jika ada yang mencegat menyadap data melalui laulintas koneksi, dia tidak akan bisa melihat dan membaca data yang sedang ditransfer.

Jika agam mengarahkan mouse ke gembok hijau tersebut, maka akan menunjukkan signature yang telah memverifikasi keaslian situs web yang diikuti dengan nama perusahaan atau bank yang memiliki situs web tersebut. Sangat sulit bagi penjahat cyber untuk memalsukan sertifikat ini, memverifikasi sambungan dengan HTTPS sebelum masuk ke situs web perbankan dapat melindungi agan dari penipuan online.

2. Menggunakan Kata Sandi (Password) yang Kuat

Sangat penting untuk menggunakan kata sandi yang kuat di situs web perbankan. Kata sandi yang kuat harus memiliki panjang setidaknya 10-12 karakter dan harus berisi karakter huruf besar dan huruf kecil, angka dan setidaknya satu karakter khusus seperti @, $, #,,! ,% dan sejenisnya. Kata sandi yang kuat dapat membuat para penjahat sangat sulit untuk mengakses akun bank dengan meretas kata sandi.

3. Menggunakan Pemblokir Script

Para hacker carder sering menggunakan script untuk melakukan kejahatan. Mereka menipu pengguna dengan sebuah tautan yang diklik korban, membuka lampiran, mengunduh sesuatu, dan menjalankan skrip di latar belakang yang akan melakukan semua trik jahat mereka. Sehingga salah satu cara yang layak dicoba untuk mencegahnya adalah dengan memblokir script yang tidak perlu di browser.

Ada beberapa pemblokir script yang tersedia dan dapat dipasang sebagai ekstensi browser. Pemblokir skrip akan mencegah skrip berjalan di situs web, kecuali pengguna secara khusus memverifikasi bahwa situs web tersebut tepercaya dan script baru dapat berjalan. Menggunakan pemblokir script terbukti sangat efektif, karena dapat memblokir script dari situs web jahat, walaupun agan tanpa sengaja mengeklik tautan atau membuka lampiran. Untuk ekstensi pemblokir script, agan bisa menggunakan ScriptSafe yang tersedia untuk Mozilla Firefox dan Google Chrome.

4. Waspada Dengan Email Phising

Jangan pernah membagokan informasi perbankan yang sensitif melalui email. Bank tidak akan pernah meminta untuk memberikan atau memverifikasi informasi terkait data kredensial apa pun melalui email.

Jadi, jika agan mendapatkan email yang meminta untuk memberikan informasi kredensial seputar bank atau jika meminta agan untuk memverifikasi informasi sensitif maka jangan agan turuti, serta jangan pernah klik pada tautan atau lampiran apa pun itu dari email tersebut.

Sebagai gantinya, agan dapat menghubungi layanan customer servis bank dan konfirmasi tentang email tersebut sebelum menanggapinya. Dan, jika pihak bank menganggap email tersebut adalah email phishing, jangan pernah agan membalasnya. Akan lebih bagus jika agan menghapusnya.

5. Jangan Memberitahukan PIN, Kata Sandi, dan OTP Kepada Siapa Saja

Jangan pernah agan memberitahukan PIN, kata sandi, dan One Time Password (OTP) kepada siapa pun. Pihak bank tidak akan pernah meminta pelanggan mereka untuk memberikan data tersebut kepada mereka. Jadi, jika agan mendapatkan email, panggilan telepon, atau SMS yang menanyakan informasi tersebut, bisa dipastikan itu adalah penipuan.

6. Rajin Memperbarui Browser dan Sistem Operasi

Para penjahat cyber kebanyakan memanfaatkan kerentanan keamanan yang ada di browser, sistem operasi, atau perangkat lunak lain yang biasa digunakan pada transaksi. Setiap update pada perangkat lunak berisi beberapa perbaikan yang menutup beberapa celah keamanan. Singkatnya, memperbarui perangkat lunak dengan update terbaru adalah mengurangi kerentanan keamanan yang ada pada perangkat lunak tersebut. Jadi rajin update lah secara berkala browser agan, sistem operasi, dan perangkat lunak lain yang biasa agan gunakan.

7. Gunakan Software Anti Malware Terpercaya

Software anti malware terpercaya yang selalu diperbarui dapat mencegah sebagian besar malware yang banyak digunakan untuk mencuri informasi perbankan. Jadi kita harus memastikan untuk menggunakan program anti malware yang bagus dan memperbaruinya secara teratur, sehingga mereka dapat mendeteksi malware jenis baru.

Penjahat cyber sering membuat program anti malware palsu dan mempromosikan secara online. Iklan promosi anti malware palsu dapat menunjukkan pemberitahuan yang mengatakan ada malware di komputer dan pengguna harus mengunduh anti malware untuk menghapusnya dengan segera.

Program-program anti malware tersebut adalah malware itu sendiri dan dapat menginfeksi komputer setelah pengguna ditipu dan mengunduhnya. Jadi, gunakan program anti malware dari sumber yang tepercaya. Untuk referensinya, silahkan agan lihat artikel saya yang berjudul 7 Software Anti Malware Terbaik.

Tips-tips yang saya jelaskan di atas memang sederhana. Namun, teknik-teknik tersebut memang paling banyak digunakan oleh para penjahat cyber untuk melakukan kejahatan.
Sekian pembahasan seputar beberapa tips supaya aman dalam bertransaksi online dengan bank kali ini.

Pantau terus blog ini untuk mendapatkan artikel-artikel menarik lainnya.
Agan juga bisa request artikel melalui form yang sudah tersedia di panel blog.
Terimakasih sudah berkunjung di blog yang sederhana ini, semoga bermanfaat.

Artikel Terkait

Saya adalah seorang mekanik permesinan yang mempunyai hobi menulis.

Komentar bebas tapi sopan. Jangan menyinggung SARA ya gan....
EmoticonEmoticon