Cara Menyelamatkan Diri Dari Bencana Tsunami

Cara Menyelamatkan Diri Dari Bencana Tsunami

Tsunami merupakan sebuah bencana alam dahsyat yang tercatat dalam sejarah sebagai bencana yang selalu memakan banyak korban jiwa. Mayoritas korban yang terkena tsunami secara langsung akan meninggal karena tidak bisa menyelamatkan diri dari tsunami.

Indonesia tercatat sudah beberapa kali dilanda bencana tsunami, dan yang paling tidak bisa kita lupakan adalah tsunami di Aceh yang terjadi pada tahun 2004.

Indonesia termasuk negara yang rawan terkena bencana tsunami karena negara kita memiliki garis pantai yang sangat panjang dan juga karena faktor geografis yang terletak pada Ring of Fire dengan banyak lempeng seismik yang aktif.

Sebanyak 80% kejadian tsunami di seluruh dunia berasal dari daerah Ring of Fire Pasifik yang memang memiliki resiko terjadi tsunami paling tinggi. Kita harus selalu waspada dan menyiapkan diri jika sewaktu-waktu terjadi bencana tsunami.

Yaitu dengan mempelajari seluk beluk seputar tsunami sehingga membuat kita berpeluang lebih besar untuk dapat menyelamatkan diri dari bencana tsunami. Berikut adalah cara-cara yang harus agan lakukan agar bisa selamat dari tsunami.

Cara Selamat Dari Bencana Tsunami


Cara menyelamatkan diri tsunami

1. Mengetahui Tanda Tsunami Akan Datang


Jika agan sudah mengetahui bahwa tsunami akan datang maka kita bisa bergegas menjauh dari pantai untuk menyelamatkan diri dari tsunami. Namun bagaima caranya kita bisa mengetahui akan datangnya tsunami?.

Nah agan bisa mencari informasi tentang bencana melalui media lokal maupun lembaga-lembaga dari pemerintah. BMKG biasanya akan merilis data dan memberikan peringatan dini jika memang berpotensi akan terjadi tsunami.

Selain itu kita harus tahu apa saja yang bisa memicu terjadinya bencana tsunami. Mayoritas tsunami disebabkan oleh gempa yang terjadi di dasar laut sehingga goncangan tersebut menyebabkan terjadinya gelombang air laut tinggi yang bergerak ke segala arah.

Selain itu ada kejadian lain yang juga bisa menyebabkan tsunami anatara lain letusan gunung berapi bawah laut, tanah longsor, dan meteorit yang menghantam lautan.

Kecepatan gelombang tsunami bisa mencapai 500 mil per jam atau sekitar 800 km per jam. Kecepatan tersebut setara dengan kecepatan pesawat saat sedang mengudara. Ketika gelombang mendekati daratan maka akan melambat menjadi sekitar 20 atau 30 mil per jam dan mulai tambah tinggi.

Sebelum menghadapi tsunami umumnya kita harus bisa selamat dulu dari gempa bumi. Setelah kita selamat dari gempa dan mendapatkan informasi bahwa berpotensi tsunami, kita harus sesegera mungkin menjauh dari pantai dan mencari tempat yang tinggi seperti pegunungan atau perbukitan yang sekiranya aman dari tsunami.

Atau jika kita memang tinggal di daerah pesisir pantai, kita sebisa mungkin langsung mengungsi ke tempat yang aman setelah dilanda gempa yang cukup besar walaupun pihak pemerintah belum memberikan instruksi untuk mengungsi. Sebelum tsunami datang umumnya ada gejala-gejala aneh pada lautan yang bisa kita lihat.

Misalnya pantai menjadi surut secara tiba-tiba dan memperlihatkan batu karang yang biasanya tidak terlihat. Disusul dengan suara bergemuruh seperti kereta atau pesawat jet.

Jadi intinya jika kita sudah mengetahui tanda-tanda akan terjadinya tsunami maka sesegera mungkin menjauh dari pantai untuk menyelamatkan diri dari tsunami.

2. Mencari Dataran Yang Tinggi


Jika dirasa akan terjadi tsunami, segeralah kita menyelamatkan diri dengan cara berpindah tempat ke dataran yang lebih tinggi seperti bukit atau pegunungan. Minimal agan mencari tempat yang tingginya 30 meter dari permukaan laut dan jaraknya 4 km dari bibir pantai. Jika memungkinkan saat mengungsi kita membawa perbekalan seperti obat-obatan dan kebutuhan harian.

Jika kita bingung mau mengungsi ke mana, kita bisa mengikuti papan petunjuk jalur evakuasi yang biasanya sudah terpasang di daerah pesisir pantai. Jika kita tidak yakin apakah sudah aman atau belum, teruslah berlari menjauh dari pantai sejauh-jauhnya, karena hal itu akan membuat kita berpeluang lebih besar untuk selamat.

Saat kita bergerak menjauhi pantai, kita juga harus memperhatikan keadaan sekeliling. Jangan sampai kita terlalu dekat dengan sungai yang bermuara ke laut. Karena tsunami dapat bergerak naik melewati sungai dengan sangat cepat. Jauhi juga kabel listrik dan puing-puing bangunan yang rapuh akibat gempa bumi. Jika ada gempa susulan maka bangunan tersebut bisa roboh menimpa kita.

3. Mencari Tempat Berlindung


Nah pada cara nomor tiga ini bisa kita pilih jika memang kita tidak sempat menjauh dari pantai karena gelombang tsunami yang sudah terlalu dekat. Jika kita bisa melihat gelombang tsunami maka itu artinya sudah terlalu dekat, jadi sudah tidak memungkinkan bagi kita untuk berlari mencari dataran tinggi.

Nah pada situasi ini kita bisa mengambil pilihan untuk naik ke bangunan yang masih kokoh dan setidaknya setinggi tiga lantai. Di pantai daerah saya Yogyakarta, ada sebuah bangunan tinggi dan kokoh yang disebut shelter tsunami. Fungsinya adalah untuk berlindung dari gelombang tsunami ketika kita sudah tidak memungkinkan untuk menjauh dari pantai.

Jika tidak ada bangunan beton yang kokoh atau shelter, agan bisa memilih untuk memanjat pohon kelapa yang tinggi.

4. Mencari Pegangan


Jika kita tidak sempat menyelamatkan diri dari gelombang tsunami dan kita sudah tersapu gelombang, coba raihlah sesuatu yang bisa membuat kita mengambang seperti puing-puing kayu dan plastik. Ada beberapa orang yang selamat dari tsunami setelah menaiki atap rumah sebagai rakit darurat.

Saat terseret tsunami maka akan sangat susah untuk berenang, jadi lebih baik kita menghemat tenaga dengan memegang puing kayu supaya kita tetap bisa mengapung. Namun keadaan sebenarnya saat tsunami sangat mengerikan, karena air akan membawa puing-puing entah itu kayu, plat besi, atap seng, bahkan mobil dan bangunan.

Sehingga butuh keberuntungan untuk bisa selamat dari hantaman benda-benda tersebut. Dengan bercampurnya material-material keras dengan air maka bisa membuat tubuh kita terkoyak saat bertabrakan dengan material-material tersebut.

Belum lagi ancaman dari gelombang tsunami susulan yang kadang datang dua atau tiga kali. Sehingga jika seumpama kita berhasil menyelamatkan diri dari gelombang pertama, kita harus menunggu sejenak 3-4 jam jangan langsung turun untuk mengantisipasi gelombang tsunami susulan.

Saat kita sudah berhasil selamat di daratan, sebisa mungkin jangan memasuki gedung ataupun bangunan beton lainnya. Karena sapuan tsunami dan efek getaran gempa bumi bisa melemahkan struktur bangunan tanpa langsung meruntuhkannya. Takutnya saat kita dibawahnya tiba-tiba bangunan tersebut runtuh dan menimpa kita.

5. Mempersiapkan Diri Untuk Kemungkinan Terburuk


Tsunami mampu mengangkat batu besar dan menyeret bangunan dari pondasinya. Gelombang tsunami berbeda dengan gelombang normal yang biasa ada di pantai. Gelombang di pantai yang bergerak hanya permukaan airnya saja, dengan kata lain hanya gelombang permukaan.

Sedangkan gelombang tsunami membentangkan sebuah kolom gelombang yang bergerak mulai dari dasar laut hingga permukaan laut. Jadi bisa dikatakan bahwa tsunami adalah suatu peristiwa dimana lautan dari dasar sampai permukaan datang dan menyapu daratan.

Itulah beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk menyelamatkan diri dari tsunami. Jika agan tinggal di dekat pantai atau sedang berlibur di pantai, alangkah baiknya agan menyiapkan diri dan memikirkan rencana evakuasi jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Terimakasih sudah berkunjung di blog sederhana ini, semoga bermanfaat.

Baca Juga
SHARE

Related Posts

Subscribe to get free updates

Post a Comment