Type something and hit enter

author photo
By On

Aplikasi Pengirim WhatsApp Massal Pro Untuk Bisnis
Kali ini saya akan membantu memberikan referensi makalah sejarah, kostum, perlengkapan, dan contoh tari tradisional dari Papua. Contoh makalah tari tradisional ini bisa agan gunakan untuk mengerjakan tugas Seni Budaya di sekolah.

Pada makalah seni tari tradisional Papua ini saya akan mebahas 2 buah tarian tradisional yaitu Tari Selamat Datang dan Tari Yospan. Dimana dalam setiap jenis tarian tersebut akan saya jelaskan secara terpisah unsur-unsur tarinya seperti sejarah tari tradisional, perlengkapan tari tradisional, dan kostum tari tradisional.

Baca juga: 11 Tips Meningkatkan Daya Ingat Otak

Berikut adalah makalah lengkap tentang sejarah, perlengkapan dan kostum tari tradisional dari Papua, Tari Yospan dan Tari Selamat datang. Jika agan merasa ribet untuk menyalin teks makalahnya, agan bisa download makalah ini dalam bentuk dokumen Microsoft Word melalui link download yang akan saya cantumkan di akhir artikel ini.

Makalah Sejarah,  Perlengkapan, Kostum, dan Contoh Tari Tradisional Papua


1. TARI SELAMAT DATANG TARIAN TRADISIONAL DARI PAPUA



Sejarah Tari Selamat Datang


Menurut sejarahnya, Tari Selamat Datang sudah ada sejak zaman dahulu. Di Papua sendiri pada dasarnya memiliki banyak suku dan setiap suku biasanya memiliki ciri khas tersendiri dalam tarian selamat datang mereka.

Tari Selamat Datang sejak dulu sering dilakukan oleh masyarakat di sana untuk menyambut kedatangan para tamu, baik dari luar kota, luar suku, maupun tamu penting lainnya yang dianggap terhormat atau berniat baik dalam kedatangan mereka.

Tari Selamat Datang juga merupakan simbol penghormatan dan tanda bahwa tamu tersebut itu diterima dengan baik oleh masyarakat di sana.

Tari Selamat Datang telah menjadi suatu tradisi dikalangan masyarakat Papua, sehingga masih terus dilestarikan dan dikembangkan oleh masyarakat di sana. Karena kecintaan mereka pada budaya Papua, para seniman disana kemudian mengambangkan tarian ini.

Dengan membawa unsur budaya Papua yang beragam dan ciri khas masyarakat Papua dalamnya, maka jadilah Tari Selamat Datang yang sering ditampilkan saat ini. Walaupun begitu beberapa suku di Papua masih tetap mempertahankan tarian selamat datang yang menjadi ciri khas mereka dulu.

Perlengkapan Tari Selamat Datang


Tari Selamat Datang ini biasanya dibawakan oleh para penari pria dan penari wanita. Untuk jumlah para penari biasanya sesuaikan dengan kebutuhan dan jumlah kelompok.

Dalam pertunjukannya para penari menggunakan kostum busana tradisional khas Papua, serta dilengkapi dengan atribut menari seperti senjata dan alat musik tradisional tifa.

Dengan diiringi oleh lagu dan musik pengiring, para penari menari dengan gerakannya yang khas. Gerakan dalam Tari Selamat Datang ini sangat enerjik, sehingga menggambarkan keceriaan  dari para penarinya.

Dalam pertunjukannya, Tari Selamat Datang dibagi menjadi beberapa babak tarian dan setiap babak tersebut mempunyai gerakan yang berbeda-beda.

Kostum Tari Selamat Datang


Untuk kostum yang digunakan dalam pertunjukan Tari Selamat Datang, biasanya merupakan pakaian tradisional yang terbuat dari daun atau akar. Namun pada saat ini banyak juga yang menggantinya dengan pakaian kain sebagai pengembangan agar terlihat menarik.

Walaupun begitu, aksesoris yang digunakan masih tetap sama, seperti halnya penutup kepala, kalung, dan gelang, serta lukisan etnik yang mewarnai tubuh mereka. Sehingga nuansa khas Papua masih tetap melekat.

2. TARI YOSPAN TARIAN TRADISIONAL DARI PAPUA



Sejarah Tari Yospan


Menurut beberapa sumber, Tari Yospan merupakan penggabungan antara dua tarian rakyat Papua, yaitu Tari Yosim dan Tari Pancar. Tari Yosim sendiri merupakan tarian yang hampir mirip dengan Tari Poloneis (tarian dansa eropa), banyak sumber yang menjelaskan Tari Yosim ini berasal dari daerah pesisir utara Papua.

Sedangkan Tari Pancar merupakan tarian yang tumbuh dan berkembang di daerah Biak, Numfor dan Manokwari. Awalnya Tari Pancar ini disebut dengan Tari Pancar Gas, agar lebih mudah disebut kemudian mereka menyingkatnya dengan Tari Pancar. Konon gerakan dalam Tari Pancar ini terinspirasi dari gerakan akrobatik pesawat pada masa penjajahan Belanda.

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, Tari Yospan merupakan tari penggabungan antara Tari Yosim dan Tari Pancar. Tari Yospan awalnya hanya menggunakan gerakan-gerakan yang ada pada kedua tari tersebut. Namun seiring dengan berjalannya waktu tarian ini kemudian dikembangkan oleh masyarakat di sana, sehingga gerakannya lebih kaya dan bervariatif seperti yang sekarang ini.

Pengiring Tari Yospan


Dalam pertunjukan Tari Yospan biasanya diiringi oleh beberapa alat music seperti gitar, stem bass, ukulele, dan tifa. Selain diringi oleh music, tarian ini juga diiringi oleh nyanyian lagu yang dibawakan oleh pengiring vocal maupun para penari itu sendiri.

Untuk lagu yang dibawakan biasanya merupakan lagu daerah atau lagu tradisional masyarakat Papua. Namun dibeberapa pertunjukan ada juga yang menggunakan lagu yang lebih modern atau lebih kekinian yang diciptakan oleh seniman di sana.

Kostum Tari Yospan


Untuk kostum penari Tari Yospan ini hampir sama dengan kostum tarian tradisional masyarakat Papua lainnya. Kostum tersebut biasanya merupakan busana tradisional yang terbuat dari akar atau daun.

Namun seiring dengan perkembangan, ada juga yang dikreasikan dengan kain agar terlihat lebih menarik. Selain itu penari juga dilengkapi dengan berbagai aksesoris seperti penutup kepala, kalung dan lukisan tubuh bercorak etnis khas Papua.


Itulah makalah singkat tentang tari tradisional dari Papua. Dimana dalam makalah tersebut dibahas unsur-unsur tari dari Tari Yospan dan Tari Selamat Datang seperti sejarah tari, kostum tari, serta perlengkapan tari.

Baca juga: Brainjacking, Jenis Hacking Otak Yang Sangat Berbahaya

Terimakasih sudah berkunjung di blog sederhana ini, semoga bermanfaat.
#Makalah

Artikel Terkait