Tips Bisnis, Cara Memasarkan Produk Usaha Makanan Dan Minuman Laris

Tips Bisnis, Cara Memasarkan Produk Usaha Makanan Dan Minuman Laris

Pernahkah agan membuka bisnis usaha makanan dan minuman tetapi bingung mau memasarkan kemana? Nah jika agan pernah mengalami kebingungan dalam memasarkan produk maka saya akan membantu memberikan solusi cara memasarkan produk makanan dan minuman dengan mudah, dijamin laris.

Teknik pemasaran produk adalah hal paling penting dalam dunia bisnis. Jika kita mempunyai usaha dan tidak mampu memasarkan produk maka usaha kita terancam gulung tikar. Pada pembahasan kali ini saya akan berfokus pada teknik pemasaran bisnis makanan dan minuman.

Baca juga: Rahasia Bisnis Online Sampingan Tanpa Modal Untung Besar

Namun cara-cara yang akan saya jabarkan nanti kemungkinan juga bisa agan gunakan untuk memasarkan produk-produk lain selain makanan dan minuman. Sebelum memulai bisnis seharusnya kita sudah berfikir matang dan menentukan arah penjual dari produk tersebut.

Jangan sampai kita memulai bisnis tanpa tahu kemana kita akan memasarkan produk kita. Jika arah penjualan sudah kita bidik maka baru kita bisa memulai kegiatan produksi. Untuk bisnis makanan dan minuman saya sudah merangkum beberapa tempat potensial yang bisa kita gunakan untuk memasarkan produk kita. Berikut adalah beberapa tempat yang sangat bagus untuk memasarkan produk makanan dan minuman.

14 Tempat Untuk Memasarkan Produk Makanan dan Minuman atau Kuliner



1. Outlet Khusus Kuliner


Nah disetiap kota saat ini sudah banyak sekali outlet atau toko yang khusus menjual oleh-oleh makanan. Di kota saya Yogyakarta, banyak sekali toko oleh-oleh yang mau menerima produk makanan dan minuman home industri.

Namun biasanya mereka menerima makanan dan minuman yang sudah dikemas dengan kemasan yang menarik, ya minimal plastik pres untuk makanan kering, dus snack untuk makanan basah, dan botol untuk produk minuman.

Baca juga: Peluang Bisnis Usaha Agen Pembayaran PLN Asuransi PDAM BPJS Tiket Pulsa

Akan lebih baik lagi jika produk yang kita jual ini sudah memiliki kemasan dengan merk dagang kita, lengkap dengan nomor registrasi dari badan pengawasan pangan. Dengan begitu calon pembeli tidak akan ragu-ragu untuk membeli produk kita.

2. Jaringan Supermarket atau Swalayan.


Ada sistem kerjasama yang biasanya dibuka oleh jaringan supermarket dan swalayan. Sistem kerjasama ini biasanya disebut dengan Private Label, dimana kita memproduksi makanan dan minuman namun dengan menggunakan merk dagang dari supermarket tersebut.

Keunggulan dari sistem kerjasama ini adalah kita tidak perlu memikirkan masalah promosi, karena itu sudah menjadi urusan dari pihak supermarket.

Belum lagi karena menggunakan merk dagan dari supermarket tersebut yang sudah terkenal, sebutkanlah misalnya Indomaret dan Alfamart maka pembeli tidak akan segan untuk membeli produk kita.

Karena sistem kerjasama ini bentuknya jangka panjang, maka kita bisa terus mensuplai produk kita ke mereka secara terus menerus dan dalam jumlah yang banyak.

Namun yang perlu ditekankan adalah produk kita harus memenuhi standar mutu dan gizi, seperti yang diatur oleh dinas kesehatan. Lagi-lagi sertifikat kelayakan edar dari dinas kesehatan sangat perlu kita miliki.

Baca juga: Keajaiban Manfaat Kurma Untuk Kesehatan Jika Dikonsumsi 1 Minggu

3. Hypermarket


Kita bisa bekerjasama dengan hypermarket dalam memasarkan produk makanan dan minuman. Namun umumnya hypermarket menjual produk dalam bentuk bulk atau kiloan. Sehingga perputaran produksi kita juga cepat.

Nah dari segi untung seharusnya kita bisa mendapatkan untung lebih cepat, namun kita juga harus mempunyai modal yang besar dan mampu memproduksi makanan dan minuman dalam jumlah besar.

Kita perlu memiliki merk sendiri dan sudah mendapatkan pengakuan kelayakan edar produk kita dari dinas kesehatan. Keunggulan dari bekerjasama dengan hypermarket adalah kita bisa menjual banyak produk dengan cepat karena kita sudah didukung dengan nama besar dari hypermarket tersebut.

4. Pasar Tradisional


Kalau kita ingin menjal barang di lapak kulakan pasar tradisional, umumnya tidak terlalu sulit. Kita hanya perlu berbicara langsung ke pemilik lapak, jika harga cocok maka akan langsung diterima.

Tidak perlu melakukan prosedur ini itu yang formal. Di lapak tradisional umumnya penjualan juga dalam bentuk kiloan karena yang beli umumnya para pedagang yang kulak untuk dijual kembali.

5. Pedagang Asongan


Memasarkan produk melalui pedagang asongan juga merupakan cara yang cukup potensial. Kita hanya perlu memberikan harga yang murah, mereka pasti mau menerima. Penjualan juga lumayan cepat karena para pedagang asongan aktif keliling untuk menawarkan produk ke orang-orang.

Agar pembeli mengetahui produk kita maka sebaiknya kita mengemasnya dengan kemasan yang menarik disertai dengan pemberian merk dagang, nomor telepon, dan alamat kita.

Hal itu dimaksudkan agar kita selain memasarkan produk makanan dan minuman, kita juga sekaligus melakukan promosi agar orang lain kenal dengan produk-produk kita. Mungkin suatu saat pembeli akan menghubungi kita untuk membeli produk makanan dan minuman dalam jumlah besar, misalnya untuk keperluan hajatan atau yang lainnya.

6. Toko Kue


Jika kita memproduksi kue kering dan basah, kita bisa mencoba menitipkan produk kita ke toko kue. Mungkin awalnya mereka akan membayar berdasarkan jumlah produk kita yang terjual. Namun jika produk kita banyak peminatnya bukan tidak mungkin mereka berani pesan banyak dan langsung membayar dimuka.

Yang penting yang harus kita perhatikan adalah label tanggal kadaluarsa, jangan sampai sudah expired dan masih kita jual. Hal itu bisa mematikan pasaran kita.

7. Warung Nasi dan Kopi


Memasarkan produk kita melalui warung nasi dan warung kopi sangat potensial untuk kita coba. Mungkin kita bisa menitipkan makanan-makanan camilan, kue kering, kue basah, dan sejenisnya.

Untuk cara kerjasamanya terserah kesepakatan kita dengan pemilik warung. Bisa menggunakan bagi hasil, bayar dimuka, atau sistem titip dengan pembayaran sesuai produk makanan yang terjual.

8. Angkringan


Nah angkringan juga cocok kita gunakan sebagai sarana pemasaran produk makanan kita. Kalau di angkringan biasanya menerima makanan camilan, gorengan, kue basah, kue kering, lauk pauk, dan sejenisnya. Untuk produk minuman mungkin kurang cocok jika dipasarkan melalui angkringan.

9. Pedagang Sayur


Ditempat saya banyak pedagang sayur yang menerima titipan makanan dan minuman untuk dijual di lapak mereka, baik yang menetap maupun pedagang keliling. Makanan yang diterima umumnya kalau ditempat saya adalah rempeyek, keripik, gorengan, kue basah, kue kering, lauk pauk, dan jajanan pasar. Kalau minuman biasanya jus buah, susu sapi, susu kedelai, dawet, dan cincau.

10. Kantin


Biasanya kantin seperti kantin sekolah, kantor, pabrik, rumah sakit, dan sejenisnya menerima produk makanan dan minuman rumahan. Tidak ada salahnya kita mencoba menawarkan produk kita di kantin tersebut.

Yang paling sering ada barang titipan di kantin sekolah saya adalah donat, bakso bakar, sate telur, roti brownis, jajanan pasar, serta makanan camilan kecil seperti makaroni, rempeyek, kacang bawang, kacang telur, balok ubi, bakso goreng, dan sejenisnya.

Untuk minuman sih yang paling banyak adalah susu kedelai dan jus jambu. Yang perlu diperhatikan adalah kemasannya. Untuk donat dan kue-kue basah biasanya menggunakan kotak plastik khusus makanan.

Dari segi kesehatan dan kebersihan, kantin sekolahan yang paling selektif dalam menerima makanan dari luar. Jadi diusahakan makanan dan minuman produksi kita benar-benar sehat.

11. Katering


Katering-katering besar umunya makanan dan minumannya tidak mereka buat sendiri. Ada pihak-pihak lain yang telah bekerjasama menyuplai makanan dan minumannya. Katering biasanya hanya membuat makanan utamanya saja.

Kalau pelengkap seperti camilan, pangsit, tahu bakso, lemper, roti, dan lainnya biasanya diambil dari pihak lain yang sudah bekerja sama. Kita bisa mengambil kesempatan ini dengan menawarkan kerjasama untuk menjual makanan dan minuman kita kepada mereka.

12. Cafe dan Restoran Cepat Saji


Cafe dan restoran cepat saji umumnya jarang yang menyediakan snack sendiri. Ini adalah peluang emas yang bisa kita ambil dengan menawarkan produk kita untuk melengkapi menu mereka. Namun kita harus siap memberikan makanan dan minuman sesuai dengan standar menu yang sudah diterapkan oleh restoran.

13. Hotel 


Nah yang namanya hotel pasti membutuhkan snack makanan dan minuman. Namun yang pasti agak sulit untuk memenuhi kualifikasi dari mereka, tetapi jika kita berhasil mengajak kerjasama pihak hotel maka prospek kedepannya akan sangat bagus. Sehingga tidak ada salahnya kita mencoba untuk menawarkan produk kita kepada mereka.

14. Toko Sendiri


Nah ini yang paling bagus, kita menasarkan produk kita dengan membuka toko. Awalnya memang agak susah untuk mencari pelanggan dan membangun nama. Tetapi jika sudah berhasil jalan maka kita akan enak. Karena kita sendiri yang memegang kendali produksi dan pemasaran, tidak tergantung pihak lain.

Itulah beberapa tempat yang bisa kita gunakan untuk memasarkan produk bisnis makan dan minuman kita dengan mudah dan laris.
Terimakasih sudah berkunjung di blog sederhana ini, semoga bermanfaat.

Baca Juga
SHARE

Related Posts

Subscribe to get free updates

Post a Comment