20 Makanan Yang Baik Untuk Sakit Ginjal Dan Diabetes

20 Makanan Yang Baik Untuk Sakit Ginjal Dan Diabetes

Makanan yg boleh untuk penyakit ginjal dan diabetes, makanan untuk penderita gagal ginjal kronis, makanan untuk memperbaiki fungsi ginjal.

Kali ini saya akan membahas seputar makanan yaitu makanan untuk penderita penyakit ginjal seperti gagal ginjal misalnya. Makanan-makanan yang akan saya bahas tentu saja makanan yang boleh dimakan penderita gagal ginjal dan makanan tersebut sangat baik untuk memperbaiki fungsi ginjal.

Pada artikel sebelumnya saya sudah membahas beberapa makanan terbaik untuk meningkatkan kecerdasan otak, buah yang bisa menurunkan berat badan dengan cepat, makanan tinggi serat yang sehat,  dan makanan terbaik untuk jantung sehat.

Seperti yang kita tahu bahwa penyakit ginjal adalah penyakit yang lumayan banyak penderitanya, yaitu sekitar 10% orang di dunia mengalami penyakit ginjal. Ginjal adalah sebuah organ tubuh berukuran kecil namun sangat penting karena mempunyai tugas-tugas vital dalam tubuh.

Karena ginjal mempunyai tugas untuk menyaring limbah metabolisme dalam tubuh, melepaskan hormon yang mengatur tekanan darah, menyeimbangkan cairan dalam tubuh, memproduksi urin, dan masih banyak tugas penting lainnya.

Ada berbagai faktor yang bisa menyebabkan organ vital ini menjadi rusak. Diabetes dan tekanan darah tinggi adalah faktor paling umum yang menyebabkan  penyakit ginjal. Namun obesitas, merokok, faktor genetika, jenis kelamin, dan usia juga dapat meningkatkan risiko terkena penyakit ginjal.

Gula darah yang tidak terkontrol dan tekanan darah tinggi dapat menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah di ginjal sehingga mengurangi kemampuan ginjal untuk berfungsi secara optimal. Ketika ginjal tidak berfungsi dengan baik maka limbah akan menumpuk di dalam darah, termasuk produk limbah dari makanan.

Karena itu, penting bagi penderita penyakit ginjal untuk mengikuti program khusus untuk mengembalikan fungsi ginjal. Di dalam program ini kita akan diberi pengarahan masalah makanan yang baik untuk ginjal, makanan makanan yang boleh dimakan penderita gagal ginjal, ragam menu sehat untuk penderita penyakit ginjal, makanan yang dilarang untuk penyakit ginjal, dan masih banyak lagi.

Program untuk mengembalikan fungsi ginjal dan mencegah penyakit ginjal menjadi lebih parah tersebut umumnya dinamakan dengan diet ginjal.

Program Diet Ginjal untuk Penderita Sakit Ginjal


Program diet ginjal sebenarnya lebih fokus untuk melakukan pembatasan agar penyakit ginjal tidak semakin parah. Pembatasan yang diberikan disesuaikan dengan tingkat kerusakan pada ginjal. Sebagai contoh, orang yang mengalami penyakit ginjal tahap awal memiliki batasan yang berbeda dengan orang yang mengalami gagal ginjal atau yang juga dikenal sebagai penyakit ginjal tahap akhir.

Jika agan memiliki penyakit ginjal, dokter agan akan menentukan diet terbaik untuk kebutuhan pribadi agan. Bagi orang dengan penyakit ginjal yang lumayan berat sangat penting untuk mengikuti diet ramah ginjal yang membantu mengurangi jumlah limbah dalam darah.

Dimana diet ini berfungsi untuk membantu meningkatkan fungsi ginjal sambil mencegah kerusakan dari ginjal menjadi lebih parah. Walaupun makanan yang dilarang untuk penderita penyakit ginjal tidak sama setiap orang namun rata-rata penderita ginjal diwajibkan untuk mengurangi makanan yang mengandung beberapa zat dibawah ini.

Makanan yang Mengandung Sodium dan Natrium


Sodium dan natrium banyak ditemukan dalam makanan dan yang paling banyak ada pada garam meja atau garam yang biasa digunakan dalam makanan. Ginjal yang rusak tidak dapat menyaring kelebihan sodium dan natrium, menyebabkan kadar darahnya meningkat. Sangat disarankan untuk membatasi konsumsi sodium hingga kurang dari 2.000 mg per hari.

Makanan yang Mengandung Kalium


Kalium memainkan banyak peran penting dalam tubuh, tetapi mereka yang menderita penyakit ginjal perlu membatasi jumlah kalium yang dikonsumsi. Biasanya disarankan untuk membatasi kalium hingga kurang dari 2.000 mg per hari.

Makanan yang Mengandung Fosfor


Ginjal yang rusak tidak dapat menghilangkan kelebihan fosfor yang merupakan mineral ayang terdapat dalam banyak makanan. Kadar fosfor yang tinggi dapat menyebabkan kerusakan pada tubuh, sehingga konsumsi fosfor dibatasi hingga kurang dari 800-1.000 mg per hari.

Protein adalah zat lain yang mungkin perlu dibatasi oleh penderita penyakit ginjal, karena limbah dari metabolisme protein tidak dapat dibersihkan oleh ginjal yang rusak. Namun, mereka yang menderita penyakit ginjal tahap akhir yang menjalani dialisis memiliki kebutuhan protein yang lebih besar. Dialisis adalah suatu pengobatan untuk menyaring dan membersihkan darah.


Makanan yang Baik dan Boleh Untuk Sakit Ginjal


Setiap orang mempunyai tingkat sakit ginjal yang berbeda sehingga untuk penanganan yang lebih tepat harus di konsultasikan dengan dokter atau ahli kesehatan. Namun ada beberapa makanan yang baik untuk ginjal dan boleh dimakan oleh orang yang saikit ginjal.

1. Kembang Kol 


Kembang kol adalah sayuran bergizi yang kaya akan banyak nutrisi, termasuk vitamin C, vitamin K dan vitamin B folat. Sayuran ini juga penuh dengan senyawa anti-inflamasi seperti indoles dan sumber serat yang sangat baik.

124 gram kembang kol matang mengandung nutrisi:
  • Sodium: 19 mg
  • Kalium: 176 mg
  • Fosfor: 40 mg

2. Blueberry


Blueberry mengandung banyak nutrisi dan salah satu sumber antioksidan terbaik yang bisa kita makan. Secara khusus buah berry manis ini mengandung antioksidan yang disebut anthocyanin yang dapat melindungi terhadap penyakit jantung, kanker, penurunan kognitif, dan diabetes.

Buah ini sangat cocok untul diet ramah ginjal karena mengandung sodium, fosfor, dan kalium yang rendah.

148 gram buah blueberry segar mengandung:
  • Sodium: 1,5 mg
  • Kalium: 114 mg
  • Fosfor: 18 mg

2. Ikan Kakap Putih


Kakap laut memiliki protein berkualitas tinggi yang mengandung lemak sangat sehat yang disebut omega-3. Omega-3 dapat membantu mengurangi peradangan serta dapat membantu mengurangi risiko penurunan kognitif, depresi, dan kecemasan.

Ikan laut rata-rata memiliki fosfor yang tinggi, sedangkan ikan kakap putih memiliki fosfor yang lebih rendah daripada ikan laut lain. Namun perlu diperhatikan bahwa kita harus mengonsumsinya dalam porsi kecil saja.

Dalam 85 gram kakap putih yang dimasak mengandung:
  • Sodium: 74 mg
  • Kalium: 279 mg
  • Fosfor: 211 mg

4. Buah Anggur Merah


Tidak hanya enak, anggur merah juga memberikan banyak sekali nutrisi bagi tubuh kita. Anggur merah kaya akan vitamin C dan mengandung antioksidan yang disebut flavonoid, yang telah terbukti mampu mengurangi peradangan.

Selain itu, anggur merah juga kaya akan resveratrol, sejenis flavonoid yang telah terbukti bermanfaat bagi kesehatan jantung dan melindungi dari diabetes dan penurunan kognitif.

Buah yang manis ini ramah untuk ginjal, dengan jumlah 75 gram mengandung:
  • Sodium: 1,5 mg
  • Kalium: 144 mg
  • Fosfor: 15 mg

5. Putih Telur


Meskipun kuning telur sangat bergizi namun mengandung jumlah fosfor yang tinggi, sehingga membuat putih telur menjadi pilihan yang lebih baik bagi orang yang melakukan diet ginjal. Putih telur menyediakan protein baik yang ramah ginjal.

Mengonsumsi putih telur adalah pilihan yang sangat baik untuk orang yang menjalani perawatan dialisis, karena mereka memiliki kebutuhan protein yang lebih tinggi tetapi perlu membatasi fosfor.

Dua putih telur besar (66 gram) mengandung:
  • Sodium: 110 mg
  • Kalium: 108 mg
  • Fosfor: 10 mg

6. Bawang putih


Orang dengan masalah ginjal disarankan untuk membatasi jumlah natrium dalam makanan mereka, termasuk garam tambahan. Bawang putih menyediakan alternatif yang enak untuk pengganti garam, menambah rasa pada hidangan sekaligus memberikan manfaat nutrisi.

Bawang putih adalah sumber mangan, vitamin C, dan vitamin B6 yang baik serta mengandung senyawa sulfur yang memiliki sifat anti-inflamasi.

Tiga siung bawang putih (9 gram) mengandung:
  • Sodium: 1,5 mg
  • Kalium: 36 mg
  • Fosfor: 14 mg

7. Mi Soba


Banyak biji - bijian yang cenderung mengandung fosfor tinggi, tetapi gandum adalah pengecualian. Mi soba yang terbuat dari gandum sangat bergizi, mengandung vitamin B, magnesium, zat besi, dan serat dalam jumlah yang baik.

Gandum juga merupakan biji-bijian bebas gluten, membuat soba menjadi pilihan yang baik untuk penderita penyakit celiac atau intoleransi gluten.

84 gram soba matang mengandung:
  • Sodium: 3,5 mg
  • Kalium: 74 mg
  • Fosfor: 59 mg

8. Minyak Zaitun


Minyak zaitun adalah sumber lemak yang sehat dan bebas fosfor sehingga menjadikannya pilihan tepat bagi penderita penyakit ginjal. Seringkali orang dengan penyakit ginjal lanjut mengalami kesulitan menjaga berat badan, sehingga makanan yang sehat dan berkalori tinggi seperti minyak zaitun menjadi penting.

Mayoritas lemak dalam minyak zaitun adalah lemak tak jenuh tunggal yang disebut asam oleat yang memiliki sifat anti-inflamasi. Terlebih lagi, lemak tak jenuh tunggal stabil pada suhu tinggi, membuat minyak zaitun menjadi pilihan sehat untuk memasak.

28 gram minyak zaitun mengandung:
  • Sodium: 0,6 mg
  • Kalium: 0,3 mg
  • Fosfor: 0 mg

9. Bulgur


Bulgur adalah sereal biji-bijian kuno yang bisa menjadi makanan alternatif yang enak dan ramah terhadap ginjal. Bulgur lebih ramah terhadap ginjal jika dibandingkan dengan biji-bijian utuh lainnya yang rata-rata tinggi fosfor dan kalium.

Makanan bergizi ini merupakan sumber vitamin B, magnesium, zat besi, dan mangan yang baik. Bulgur juga merupakan sumber protein nabati yang sangat baik dan mengandung banyak serat makanan yang penting untuk kesehatan pencernaan.

91 gram bulgur mengandung:
  • Sodium: 4,5 mg
  • Kalium: 62 mg
  • Fosfor: 36 mg

10. Kubis


Kubis adalah keluarga sayuran silangan yang penuh dengan vitamin, mineral, dan senyawa nabati yang kuat. Sayuran ini adalah sumber vitamin K, vitamin C, dan berbagai jenis vitamin B.

Selain itu sayuran ini juga memiliki serat yang tidak larut, sejenis serat yang menjaga sistem pencernaan kita agar tetap sehat. Kubis juga memiliki kandungan potasium, fosfor, dan natrium yang rendah.

70 gr kubis mengandung:
  • Sodium: 13 mg
  • Kalium: 119 mg
  • Fosfor: 18 mg

11. Ayam Tanpa Kulit


Meskipun asupan protein perlu dibatasi untuk beberapa orang dengan masalah ginjal, namun memberikan protein berkualitas tinggi yang memadai pada tubuh sangat penting untuk kesehatan.

Dada ayam tanpa kulit mengandung lebih sedikit fosfor, kalium, dan natrium daripada menggunakan kulit pada ayam. Saat berbelanja daging ayam pilihlah ayam yang segar dan hindari ayam bakar, karena mengandung banyak natrium dan fosfor.

84 gram dada ayam tanpa kulit mengandung:
  • Sodium: 63 mg
  • Kalium: 216 mg
  • Fosfor: 192 mg

12. Paprika


Paprika mengandung sejumlah nutrisi yang mengesankan tetapi rendah potasium, tidak seperti kebanyakan sayuran lainnya. Paprika berwarna cerah ini sarat dengan vitamin C dan antioksidan yang kuat.

Bahkan, satu paprika merah kecil (74 gram) dapat memberikan 158% vitamin C dari kebutuhan asupan harian yang disarankan. Sayuran ini juga sarat dengan vitamin A yang merupakan nutrisi penting untuk fungsi kekebalan tubuh yang sering dibutuhkan pada orang dengan penyakit ginjal

Satu paprika kecil (74 gram) mengandung:
  • Sodium: 3 mg
  • Kalium: 156 mg
  • Fosfor: 19 mg

13. Bawang


Yang saya maksud bawang disini adalah bawang merah dan berbagai jenis bawang bombai. Bawang sangat baik untuk memberikan rasa pada menu makanan untuk penderita penyakit ginjal dan bebas natrium.

Mengurangi garam bisa menjadi hal yang sulit bagi banyak orang, sehingga mencari alternatif pengganti garam yang beraroma sedap merupakan keharusan. Tumis bawang merah dengan bawang putih dan minyak zaitun dapat menambah citarasa pada hidangan tanpa membahayakan kesehatan ginjal kita.

Terlebih lagi bawang merah mengandung vitamin C, mangan, dan vitamin B yang tinggi serta mengandung serat prebiotik yang membantu menjaga sistem pencernaan kita tetap sehat dengan memberi makan bakteri usus yang bermanfaat.

Satu bawang (70 gram) mengandung:
  • Sodium: 3 mg
  • Kalium: 102 mg
  • Fosfor: 20 mg

14. Arugula


Banyak sayuran sehat seperti bayam dan kangkung banyak mengandung kalium sehingga termasuk makanan yang tidak boleh dimakan penderita penyakit ginjal.

Namun berbeda dengan arugula yang merupakan sayuran yang bagus untuk penderita penyakit ginjal dan diabetes. Arugula adalah sayuran hijau penuh nutrisi yang rendah kalium, menjadikannya pilihan yang baik untuk salad dan lauk yang ramah ginjal.

Arugula adalah sumber vitamin K, mineral mangan, dan kalsium yang semuanya penting untuk kesehatan tulang. Sayuran ini juga mengandung nitrat yang telah terbukti mampu menurunkan tekanan darah, manfaat penting bagi mereka yang menderita penyakit ginjal.

20 gram arugula mentah mengandung:
  • Sodium: 6 mg
  • Kalium: 74 mg
  • Fosfor: 10 mg

15. Kacang Macadamia


Sebagian besar kacang-kacangan mengandung banyak fosfor dan tidak dianjurkan bagi mereka yang sakit ginjal. Namun, kacang macadamia berbeda, bisa menjadi pilihan yang tepat untuk orang dengan masalah ginjal. Kacang ini kandungan fosfornya jauh lebih rendah daripada kacang-kacangan populer lain seperti kacang almond.

Kacang macadamia juga memiliki lemak sehat, vitamin B, magnesium, tembaga, zat besi, dan mangan.

28 gram kacang macadamia mengandung:
  • Sodium: 1,4 mg
  • Kalium: 103 mg
  • Fosfor: 53 mg

16. Lobak Radish


Lobak radish adalah sayuran renyah yang sehat untuk ginjal. Hal itu karena lobak radish sangat rendah kalium dan fosfor tetapi memiliki banyak nutrisi penting lain. Lobak radish adalah sumber vitamin C, antioksidan yang terbukti mengurangi risiko penyakit jantung, dan katarak.

Selain itu, rasa pedas pada sayuran ini dapat menjadi tambahan yang lezat untuk hidangan rendah sodium.

58 gram lobak radish yang diiris mengandung:
  • Sodium: 23 mg
  • Kalium: 135 mg
  • Fosfor: 12 mg

17. Lobak Turnip


Lobak turnip sangat ramah terhadap ginjal dan merupakan pengganti sayuran yang lebih tinggi potasiumnya seperti kentang dan labu. Sayuran akar ini sarat dengan serat dan nutrisi seperti vitamin C, vitamin B6, mangan, dan kalsium.

Lobak ini dapat dipanggang atau direbus dan dihaluskan untuk lauk sehat yang bekerja dengan baik untuk diet ginjal.

78 gram lobak matang mengandung:
  • Sodium: 12,5 mg
  • Kalium: 138 mg
  • Fosfor: 20 mg

18. Nanas


Banyak buah-buahan tropis seperti jeruk, pisang, dan kiwi yang sangat tinggi potasium. Untungnya, nanas menjadi buah yang manis dan rendah kalium bagi mereka yang memiliki masalah ginjal.

Buah nanas juga kaya akan serat, vitamin B, mangan, dan bromelain. Bromelain adalah enzim yang membantu mengurangi peradangan.

165 gram potongan nanas mengandung:
  • Sodium: 2 mg
  • Kalium: 180 mg
  • Phosphorus: 13 mg

19. Cranberry


Cranberry bermanfaat baik untuk saluran kemih dan ginjal. Buah kecil ini mengandung fitonutrien yang disebut proanthocyanidins tipe A, yang mencegah bakteri menempel pada lapisan saluran kemih dan kandung kemih, sehingga efektif mencegah infeksi.

Buah ini bermanfaat bagi mereka yang menderita penyakit ginjal, karena mereka memiliki risiko infeksi saluran kemih yang lebih tinggi. Cranberry dapat dimakan kering, dimasak, segar, atau sebagai jus. Cranberry juga sangat rendah kalium, fosfor, dan natrium.

100 gram cranberry segar mengandung:
  • Sodium: 2 mg
  • Kalium: 85 mg
  • Fosfor: 13 mg

20. Jamur Shiitake


Jamur shiitake adalah bahan makanan gurih yang dapat digunakan sebagai pengganti daging bagi mereka yang melakukan diet ginjal yang perlu membatasi protein. Jamur ini adalah sumber vitamin B, tembaga, mangan, dan selenium yang baik.

Selain itu, jamur shiitake juga memberikan sejumlah protein nabati dan serat makanan. Jamur shiitake lebih rendah potasium daripada jamur portobello dan kancing putih, menjadikannya pilihan tepat bagi mereka yang mempunyai sakit ginjal.

145 gram jamur shiitake matang mengandung:
  • Sodium: 6 mg
  • Kalium: 170 mg
  • Fosfor: 42 mg

Itulah beberapa makanan yang baik untuk ginjal dan mampu memperbaiki fungsi ginjal. Terimakasih sudah berkunjung di blog sederhana ini, semoga bermanfaat.
Baca Juga
SHARE

Related Posts

Subscribe to get free updates

Post a Comment