10 Negara Paling Kekurangan Guru Di Dunia

10 Negara Paling Kekurangan Guru Di Dunia

Tidak semua anak di dunia ini memiliki kehidupan yang beruntung. Karena di luar sana banyak anak-anak yang dilahirkan di tengah keadaan yang tidak bagus, baik itu kemiskinan, daerah konflik, kualitas pendidikan yang rendah, dan masih banyak lagi. Nah kali ini saya akan membahas tentang negara-negara paling kekurangan guru di dunia.

Kualitas pendidikan suatu negara bisa kita lihat dari tenaga pengajarnya. Jika kekurangan jumlah pengajar maka bisa kita simpulkan bahwa negara tersebut juga memiliki kualitas pendidikan yang buruk. Bayangkan saja jika satu orang guru harus mengajar ratusan orang sekaligus dalam satu kelas, apakah dengan keadaan itu kegiatan belajar mengajar bisa maksimal?

Tentu rasa tidak. Rendahnya tingkat pendidikan adalah suatu hal yang sangat mengkhawatirkan. Dalam lingkungan sosial, pendidikan adalah landasan pengetahuan yang merupakan salah satu faktor besar penentu keberhasilan. Berikut ini adalah negara-negara paling kekurangan guru di dunia menurut data UNESCO yang dilihat pada bulan September 2019.

Negara Paling Kekurangan Guru Di Dunia


Kekurangan guru

1. Tanzania


Tanzania adalah sebuah negara di Afrika yang berbatasan langsung dengan Kenya, Rwanda, Burundi, Republik Demokratik Kongo, dan Uganda. Populasi penduduk negara Tanzania adalah sekitar 60 juta jiwa. Dengan jumlah ini Tanzania menjadi negara Afrika Timur terpadat nomor dua setelah Ethiopia.

Jumlah penduduk Tanzania yang berusia dibawah 15 tahun ada sebanyak 44%. Dengan jumlah ini dapat kita simpulkan bahwa anak-anak usia sekolah sangat banyak. Dengan banyaknya anak-anak usia sekolah tersebut menyebabkan ketimpangan antara jumlah guru dan murid.

Rasio guru dan murid mencapai 218,78 atau yang artinya 1 guru berbanding dengan 218,78 murid. Dengan rasio guru yang sebesar itu menyebabkan penurunan pada kualitas pendidok di Tanzania karena tidak ada cukup guru untuk menjangkau murid. Pada sebuah laporan dari survey pemerintah Tanzania mengatakan bahwa dalam sebuah kesempatan, seorang guru sekolah dapat dapat mengajar 180 murid sekaligus dalam satu kelas.

2. Kepulauan Solomon


Kepulauan Solomon adalah negara kepulauan yang terdiri dari 6 pulau besar dan lebih dari 900 pulau kecil. Kepulauan Solomon terletak di Samudera Pasifik. Negara kecil ini terbilang masih terbelakang, namun PBB mengatakan bahwa Kepulauan Solomon salah satu dari empat negara yang diperkirakan akan keluar dari jajaran negara termiskin dan paling rentan di dunia.

Namun ada masalah lain yang mendera negara ini, yaitu kekurangan guru. Tingkat melek huruf di negara ini hanya 17%. Pemerintah sedang berusaha keras untuk meningkatkan jumlah guru dan meningkatkan kualitas pendidikan. Rasio pertandingan guru dan murid di negara ini adalah 1 berbanding 101,03.

3. Sierra Leone


Perkembangan negara Sierra Leone memiliki banyak tantangan-tantangan besar, salah satunya adalah masalah pendidikan. Masalahnya jumlah guru di Sierra Leone sangat tidak mencukupi. Ditambah lagi fasilitas pendidikan seperti sekolah banyak yang hancur, khususnya di daerah pedesaan karena dampak dari perang saudara.

Di daerah-daerah konflik seperti itu kegiatan belajar mengajar sudah lumpuh, ditambah para guru yang mengajar memiliki pergi menyelamatkan diri. Sehingga sudah dapat kita tebak bahwa daaerah pedesaan yang rawan konflik akan menjadi sangat kekurangan guru. Tingginya jumlah murid telah memaksa kegiatan belajar dilakukan secara bergiliran di mayoritas sekolah karena siswa tidak dapat masuk dalam satu kelas sekaligus . Rasio guru-murid adalah sekitar 1 berbanding 66,65.

4. Cabo Verde


Dengan rasio guru dengan murid 1 banding 61,27, kualitas pendidikan negara ini situasinya mengkhawatirkan Cabo Verde. Dengan jumlah murid yang melebihi guru, kualitas pendidikan tentu sangat sulit untuk maju. Profesi sebagai gurudi Cabo Verde dinilai tidak menguntungkan bagi kebanyakan anak muda karena gaji yang rendah dan kondisi kerja yang buruk.

5. Uganda


Uganda memiliki pertandingan jumlah guru dan murid 1 banding 55,09. Dengan rasio sebesar ini menjadikannya negara yang paling kekurangan guru kelima di dunia. Mayoritas sekolah menengah di Uganda kurang layak karena kurangnya guru yang berkualitas. Hal ini telah menyebabkan penurunan standar kualitas pendidikan di negara ini.

Pada tahun 2018, Departemen Pendidikan dan Olahraga meminta pemerintah untuk mengalokasikan anggaran dengan merekrut 22.000 guru untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

Mengapa Suatu Negara Bisa Sampai Kekurangan Guru?


Suatu negara yang kualitas pendidikannya rendah sudah bisa dipastikan bahwa guru yang dihasilkan juga jumlahnya sedikit dan kualitasnya juga tidak terlalu tinggi. Karena kita tahu bahwa untuk bisa menjadi seorang guru harus melalui tahap pendidikan, sedangkan kualitas pendidikannya saja juga sudah buruk.

Selain itu fasilitas pendidikan dan kesejahteraan seorang guru pengajar juga sangat berperan penting dalam perkembangan pendidikan suatu negara. Sedangkan negara-negara miskin di dunia rata-rata kekurangan sarana pendidikan dan kesejahteraan seorang guru juga masih buruk. Dengan begitu banyak anak muda yang tidak mau berprofesi sebagai seorang guru.

10 Negara Paling Kekurangan Guru

1. Tanzania. Guru : murid = 1 : 218,78
2. Kepulauan Solomon. Guru : murid = 1 : 101,03
3. Sierra Leone. Guru : murid = 1 :  66,65
4. Cabo Verde. Guru : murid = 1 : 61,27
5. Uganda. Guru : murid = 1 : 55,09
6. Gambia. Guru : murid = 1 : 50,33
7. Komoro. Guru : murid = 1 : 50,33
8. Laos. Guru : murid = 1 : 43.17
9. Rwanda. Guru : murid = 1 : 37,97
10. Namibia. Guru : murid = 1 : 37.61

Itulah beberapa negara paling kekurangan guru di dunia. Kita harus bersyukur karena kita di Indonesia masih bisa bersekolah. Karena di negara-negara lain masih banyak yang tertinggal dan belum bisa mendapatkan akses pendidikan.
Terimakasih sudah berkunjung di blog sederhana ini, semoga bermanfaat.
Baca Juga
SHARE

Related Posts

Subscribe to get free updates

Post a Comment