7 Pemanis Yang Aman Bagi Penderita Diabetes

7 Pemanis Yang Aman Bagi Penderita Diabetes

Pemanis yang disarankan untuk digunakan oleh penderita diabetes adalah zat pemanis yang rendah kalori. Sehingga pemanis yang aman bagi penderita diabetes adalah pemanis buatan yang bukan berasal dari gula. Seperti yang kita tahu bahwa gula merupakan pemanis yang mengandung banyak kalori dan bisa menaikan gula darah.

Kriteria pemanis buatan yang aman dikonsumsi penderita diabetes adalah yang tidak mempengaruhi gula darah. Sehingga penderita diabetes atau kencing manis tetap bisa menikmati makanan dan minuman yang manis. Bagi penderita diabetes, mengontrol gula darah adalah hal yang sangat penting.

Karena gula darah yang tinggi mampu menimbulkan komplikasi diabetes yang lebih parah, termasuk kerusakan saraf dan penyakit kardiovaskular. Namun perlu kita perhatikan bahwa tidak semua pemanis pengganti gula itu aman untuk penderita diabetes. Contohnya adalah sirup Agave dimana pemanis ini memiliki kandungan kalori lebih tinggi dari gula. Tentu saja sangat berbahaya bagi penderita diabetes, lebih berbahaya dari gula.

Baca juga20 Makanan Yang Baik Untuk Sakit Ginjal Dan Diabetes

Nah pada artikel kali ini saya akan memberikan referensi tentang pemanis rendah kalori yang aman untuk penderita diabetes atau kencing manis. Pemanis buatan yang masuk dalam daftar ini telah melalui berbagai pertimbangan dari segi keamanan bagi penderita diabetes, harganya murah, dan mudah didapatkan.

Pemanis yang Aman Untuk Diabetes


Pemanis buatan diabetes

1. Stevia


Stevia mungkin kurang tepat jika kita sebut sebagai pemanis buatan karena berasal dari tumbuhan Stevia rebaudiana. Ini memang memang termasuk pemanis alamani namun aman bagi penderita diabetes.

Untuk membuat pemanis stevia pembuat akan mengekstrak senyawa kimia yang disebut steviol glikosida dari daun tanaman. Setelah itu akan dilakukan pemurnian dan hasilnya pemanis ini 300 kali lebih manis daripada sukrosa atau gula biasa.

Banyak yang mengatakan bahwa pemanis stevia kurang aman bagi penderita diabetes, namun hal itu tidaklah benar. Pemanis ini bebas kalori dan tidak meningkatkan kadar gula darah. Namun, seringkali lebih mahal daripada pengganti gula lain di pasaran.

Yang perlu diperhatikan saat membeli pemanis stevia adalah pastikan bahwa stevia ini benar-benar murni dan terdaftar di dinas kesehatan. Karena ada beberapa produsen pemanis stevia yang menambahkan gula sebagai penghilang rasa agak pahit stevia. Hal tersebut tentu menjadi kurang bagus. Jadi sekali lagi pastikan membeli pemanis stevia yang benar-benar murni tanpa tambahan gula.

Efek samping dari penggunaan pemanis stevia ini bagi yang tidak cocok adalah rasa mual dan sakit perut. Namun bagi yang cocok tidak akan merasakan hal tersebut. Asupan harian penggunaan stevia yang aman adalah adalah 4 miligram per kilogram (mg/kg) dari berat badan kita. Misalkan berat badan kita adalah 60 kg maka jumlah konsumsi stevia yang aman adalah tidak lebih dari 240 mg.

2. Tagatose


Tagatose adalah bentuk fruktosa yang sekitar 90 persen lebih manis daripada sukrosa. Meskipun jarang, beberapa buah-buahan, seperti apel, jeruk, dan nanas, secara alami mengandung tagatose. Produsen menggunakan tagatose dalam makanan sebagai pemanis rendah kalori, texturizer, dan stabilizer.

Beberapa studi menunjukkan bahwa tagatose memiliki indeks glikemik (GI) yang rendah dan dapat mendukung pengobatan obesitas . GI adalah sistem peringkat yang mengukur kecepatan di mana jenis makanan meningkatkan kadar gula darah seseorang.

Tagatose mungkin sangat bermanfaat bagi penderita diabetes yang mengikuti diet rendah GI. Namun, pengganti gula ini lebih mahal daripada pemanis berkalori rendah lainnya dan mungkin lebih sulit ditemukan di toko.

3. Sukralosa


Sukralosa adalah pemanis buatan yang terbuat dari sukrosa. Pemanis ini sekitar 600 kali lebih manis dari gula biasa tetapi mengandung sangat sedikit kalori. Sukralosa adalah salah satu pemanis buatan yang paling populer, dan banyak tersedia di toko. Banyak produsen yang menambahkannya ke berbagai produk mulai dari permen karet hingga makanan yang dipanggang.

Pemanis alternatif ini tahan panas, sedangkan banyak pemanis buatan lain akan kehilangan rasanya jika dipanaskan dengan suhu tinggi. Hal ini menjadikan Sukralosa pilihan tepat untuk pemanis buatan pada makanan dan minuman yang melalui proses pemanasan.

Jumlah konsumsi Sukralosa yang aman adalah 5 mg setiap kg dari berat badan kita. Jadi jika kita memiliki berat badan 50 kg, jumlah konsumsi Sukralosa yang aman adalah tidak lebih dari 250 mg dalam sehari.

4. Aspartam


Aspartam adalah pemanis buatan yang sudah umum dan banyak digunakan sejak dulu. Aspartam sangat manis, yaitu sekitar 200 kali lebih manis daripada gula biasa. Pemanis buatan ini banyak ditambahkan pada makanan dan minuman pabrikan seperti makanan ringan, snack, minuman bersoda, dan lain sebagainya.

Tidak seperti sukralosa, aspartam bukanlah pengganti gula yang baik untuk makanan yang dipanaskan. Aspartam rusak jika berada pada pada suhu tinggi seperti dipanggang, namun masih bisa jika hanya dikukus. Sehingga orang umumnya hanya menggunakannya sebagai pemanis meja. Aspartam juga tidak aman dikonsumsi bagi orang dengan kelainan genetik langka yang dikenal dengan sebutan fenilketonuria.

Pemanis buatan ini cukup aman dikonsumsi dalam jumlah yang agak banyak. Karena batas aman konsumsi Aspartam adalah 50 mg per kg dari berat badan kita. Jadi jika berat badan kita adalah 50 kg maka jumlah konsumsi Aspartam yang aman adalah tidak lebih dari 2500 mg dalam sehari. Aspartam adalah pemanis buatan yang aman bagi penderita diabetes dan dapat dengan mudah kita temukan di toko-toko bahan roti dan sembako.

5. Asesulfam K


Asesulfam K adalah pemanis buatan yang sekitar 200 kali lebih manis daripada gula. Produsen sering kali menggabungkan Asesulfam K dengan pemanis lain untuk menghilangkan rasa agak pahitnya. Asesulfam K adalah pemanis yang rendah kalori dan telah dilakukan lebih dari 90 studi yang mendukung keamanannya.

Dari informasi tersebut dapat kita simpulkan bahwa pemanis ini termasuk sebagai pemanis buatan yang aman dikonsumsi penderita diabetes. Jumlah konsumsi Asesulfam K yang aman adalah 15 mg setiap kg dari berat badan kita. Jadi jika kita memiliki berat badan 50 kg, jumlah konsumsi Asesulfam K yang aman adalah tidak lebih dari 750 mg dalam sehari.

Dalam sebuah studi pada 2017 yang dilakukan pada tikus menunjukkan bahwa ada kemungkinan hubungan antara kalium asesulfam dan penambahan berat badan. Tetapi penelitian lebih lanjut pada manusia diperlukan untuk mengkonfirmasi hubungan ini. Sampai sekarang belum ada informasi valid apakah bisa menimbulkan penambahan berat badan pada manusia atau tidak.

6. Sakarin


Sakarin adalah pemanis buatan yang aman untuk diabetes dan banyak tersedia di toko-toko kelontong. Ini adalah pemanis nol kalori yang 200-700 kali lebih manis daripada gula biasa.

Menurut FDA pernah ada masalah keamanan pada tahun 1970-an setelah sebuah penelitian menemukan hubungan antara sakarin dan kanker kandung kemih pada tikus di laboratorium. Namun telah dilakukan lebih dari 30 penelitian pada manusia sekarang mendukung keamanan sakarin, dan FDA tidak lagi menganggap pemanis buatan ini berpotensi menyebabkan kanker.

Jumlah konsumsi Sakarin yang aman adalah 15 mg setiap kg dari berat badan kita. Jadi jika kita memiliki berat badan 50 kg, jumlah konsumsi Sakarin yang aman adalah tidak lebih dari 750 mg dalam sehari.

Baca juga12 Makanan Penyebab Kanker Yang Mengandung Zat Pemicu Kanker

7. Neotame


Neotame adalah pemanis buatan rendah kalori yang sekitar 7.000 - 13.000 kali lebih manis daripada gula biasa. Pemanis ini dapat mentolerir suhu tinggi, sehingga cocok untuk digunakan pada makanan yang dipanggang.

Pada tahun 2002 FDA menyetujui Neotame sebagai pemanis umum dan penambah rasa untuk semua makanan kecuali produk daging dan unggas. Setelah dilakukan kurang lebih 113 penelitian FDA menetapkan jumlah konsumsi Sakarin yang aman adalah 0,3 mg setiap kg dari berat badan kita. Jadi jika kita memiliki berat badan 50 kg, jumlah konsumsi Sakarin yang aman adalah tidak lebih dari 15 mg dalam sehari.

Itulah beberapa pemanis yang aman untuk diabetes yang bisa kita konsumsi. Namun walaupun aman tetapi alangkah baiknya kita mengonsumsi pemanis buatan tersebut dalam jumlah yang sedikit. Terimakasih sudah berkunjung di blog sederhana ini, semoga bermanfaat.
Baca Juga
SHARE

Related Posts

Subscribe to get free updates

Post a Comment