6 Kerugian Dan Bahaya Menggunakan VPN Gratisan

6 Kerugian Dan Bahaya Menggunakan VPN Gratisan

Bahaya menggunakan VPN mungkin tidak kita sadari karena kita sudah terbiasa menggunakan VPN. Namun tanpa kita sadari ternyata VPN merupakan salah satu aplikasi paling bahaya dan riskan yang ada di Android. Layanan ini bisa dengan mudah merekam seluruh aktivitas kita dan data-data pribadi kita.

Sebenarnya hal terbesar yang mendorong penggunaan VPN adalah untuk menjaga keamanan kita di internet dan mengakses situs internet yang diblokir. Jika kita melihat di Google Play Store, kita dapat menemukan ribuan aplikasi VPN yang menjanjikan keamanan dalam berinternet dan juga kita dapat menggunakannya gratis.

Baca juga: Pentingnya VPN Untuk Keamanan Dan Privasi Android

Mungkin kedengarannya sangat bagus ketika kita bisa menikmati layanan VPN secara gratis. Padahal layanan VPN merupakan sebuah layanan yang pengelolaannya cukup rumit dan membutuhkan biaya operasional yang tinggi. Mereka juga harus mengikuti dunia privasi internet yang terus berubah. Jika kita pikirkan secara logika maka seharusnya perusahaan akan bangkrut jika tidak menarik biaya berlangganan bagi penggunanya.

Coba kita lihat aplikasi-aplikasi VPN premium terkenal yang berasal dari perusahaan besar, mereka tetap membebankan biaya kepada penggunanya. Contohnya adalah Nord VPN, ini adalah salah satu layanan VPN terbaik yang sangat terjamin keamanannya. Nord VPN juga memiliki biaya berlangganan sekitar $1.89 perbulan.

Lalu bagaimana para perusahaan VPN gratis bisa mendapatkan penghasilan untuk biaya operasional mereka? Mereka menghasilkan uang dari para penggunanya juga sebenarnya. Yaitu melalui iklan yang cukup mengganggu, praktek tidak jujur, pengambilan informasi pengguna dan menjualnya ke pihak tertentu, maupun cara-cara lainnya.

Sebelum kita memilih layanan VPN yang akan kita pakai, alangkah baiknya kita mempertimbangkan bahaya menggunakan VPN gratisan.

Bahaya Menggunakan VPN Gratis di Android


Bahaya menggunakan VPN gratisan

1. Tingkat Keamanan Rendah


Pada umumnya VPN gratis dan VPN berbayar memiliki perbedaan mencolok dari segi servernya. VPN gratis kebanyakan menggunakan protokol yang kurang aman dan tidak mempunyai sumber daya yang memadai untuk keamanan infrastruktur server mereka. Itu artinya koneksi internet yang kita gunakan kurang aman dan kemungkinan untuk diretas lebih besar daripada saat menggunakan VPN berbayar.

Pada tahun 2016 CSIRO melakukan sebuah penelitian mandiri pada layanan VPN di Android dan hasilnya adalah 38% aplikasi VPN gratis di Android sudah tersusupi oleh malware. Malware tersebut sebagian digunakan untuk menayangkan iklan atau yang biasa disebut adware.

Fakta tersebut bertolak belakang dengan layanan VPN premium yang benar-benar tidak mengandung malware. Bahkan malah memiliki fitur ad-blocker, anti-malware, dan bandwith yang tidak terbatas.

Baca juga: Ciri Smartphone Android Terkena Virus Malware Dan Cara Mengatasinya

2. Memiliki Fitur yang Minim dan Server Sedikit


VPN gratis tentu saja memiliki fitur yang sangat terbatas, bahkan tidak mempunyai fitur canggih semacam Kill Switch atau pencegah kebocoran DNS. Dimana kebocoran DNS ini adalah sebuah resiko yang sangat rentan dan setiap layanan VPN seharusnya mempunyai fitur itu.

Dari segi server VPN gratisan juga memiliki pilihan yang sedikit. Hal ini tentu tidak sebanding dengan penggunanya yang sangat besar. Jumlah server yang sedikit dipaksa untuk melayani pengguna yang sangat banyak. Tentu saja efeknya akan berimbas pada kecepatan akses internet yang menjadi sangat lambat.

Baca juga: Cara Cek Keamanan Enkripsi Internet Dari VPN

3. Tidak Bisa Membuka Situs yang Diblokir


Banyak orang yang menggunakan VPN untuk mengakses situs yang diblokir. Pemblokiran dari suatu layanan umumnya menggunakan pemblokiran geografis. Jadi suatu situs atau layan tidak akan bisa diakses jika kita berada di tempat yang diblokir oleh situs tersebut. Misalnya Netflix, YouTube, Instagram, dan BBC iPlayer tidak akan bisa diakses di negara tertentu.

Mayoritas VPN gratis tidak akan bisa membuka blokiran dari situs yang menggunakan pemblokiran geografis, misalnya Netflix. Melewati pemblokiran dari Netflix sangatlah sulit, jadi akan sangat beruntung jika kita bisa membuka pemblokiran Netflix menggunakan VPN gratis. Menembus pemblokiran goegrafis (Geoblock) membutuhkan sejumlah besar sumber daya yang tidak sedikit.

Karena keterbatasan infrastruktur dan banyaknya pengguna, alamat IP akan cepat dikenali dan diblokir. Secara umum, VPN gratis sangat buruk untuk membuka blokiran layanan apa pun. Salah satu layanan VPN yang mampu menembu Geoblock dari Netflix adalah Hotspot Shield dan Windscribe, tentu saja khusus untuk pengguna berbayar.

Baca juga: Cara Mengatasi Internet Positif dan Membuka Situs Diblokir

4. Kecepatan Internet Lambat


Seperti yang sudah saya sampaikan sebelumnya, server yang dimiliki oleh penyedia VPN gratis sangatlah terbatas. Dengan server yang tidak sebanding dengan jumlah penggunanya maka server akan terbebani dan memiliki kecepatan yang buruk. Apalagi jika kita menggunakannya untuk mengunduh file, akan menjadi lama dan bikin kesal. Bahkan untuk aktivitas browsing saja kadang terasa lambat.

Berbeda dengan layanan VPN premium yang berbayar. Mereka mendapatkan uang dari biaya langganan penggunanya dan uang tersebut cukup bagi mereka untuk membangun server yang memadai. Sehingga jumlah server dan jumlah penggunanya sebanding.

Baca juga: Cara Meningkatkan Kecepatan Internet Dengan Metode DNS Hack

5. Merekam Seluruh Aktivitas Kita


Salah satu cara mendapatkan uang yajg yang sering digunakan oleh para penyedia VPN adalah dengan menjual informasi penggunanya. Mereka akan merekam seluruh aktivitas online kita seperti situs apa saja yang kita kunjungi, apa saja yang kita beli, apa saja yang kita tonton, dan kebiasaan kita di internet.

Selanjutnya informasi-informasi tersebut akan mereka jual kepada perusahaan pihak ketiga yang umumnya adalah para agen iklan dan agen pemasaran. Pada tahun 2015 telah terjadi penjualan data pengguna oleh penyedia VPN gratis yang populer, yaitu Hola. Data-data tersebut selanjutnya digunakan untuk serangan botnet tanpa sepengetahuan atau seizin pengguna. Hal serupa juga pernah dilakukan oleh Hotspot Shield VPN. Jadi kita harus selalu waspada saat menggunakan VPN gratisan.

Baca juga: Pengertian, Penyebaran, Dan Cara Mencegah Serangan Botnet

6. Terdapat Iklan yang Tak Terkontrol


Mayoritas layanan VPN gratisan menyisipkan iklan di layanannya. Kadang ada yang tidak wajar dan tak terkontrol. Ada yang sampai membajak aplikasi browser sehingga akan menampilkan iklan saat kita browsing di internet, auto redirect ke website mitra mereka, bahkan sampai memberikan tambahan link afiliasi mereka. Kaskus seperti ini pernah menimpa Hotspot Shield VPN. Ada juga yang sampai menampilkan iklan di layar utama Smartphone Android kita.

Baca juga: 5 Layanan VPN Terbaik Untuk Keamanan Dan Privasi Selain Hotspot Shield

Dari penjelasan diatas dapat kita simpulkan bahwa menggunakan VPN gratis tidaklah aman. Bahkan cenderung berbahaya jika kita menggunakan VPN gratisan saat membuka akun bank ataupun melakukan transaksi keuangan. Itulah beberapa penjelasan tentang bahaya menggunakan VPN gratisan di Android. Terimakasih sudah berkunjung, semoga bermanfaat.
Baca Juga
SHARE

Related Posts

Subscribe to get free updates

Post a Comment